Memahami Diri melalui ESQ

 

Category: Berita
Published on Sunday, 27 January 2013 23:13
Written by ahmad muttaqin
Hits: 36

Kecerdasan emosional (EQ) adalah kemampuan pengendalian diri sendiri, semangat, dan ketekunan, serta kemampuan untuk memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustrasi, kesanggupan untuk mengendalikan dorongan hati dan emosi, tidak melebih-lebihkan kesenangan, mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan berpikir, untuk membaca perasaan terdalam orang lain (empati) dan berdoa, untuk memelihara hubungan dengan sebaik-baiknya, kemampuan untuk menyelesaikan konflik, serta untuk memimpin diri dan lingkungan sekitarnya.

Sementara kecerdasan spiritul (SQ) tidak mesti berhubungan dengan agama. SQ adalah kecerdasan jiwa yang dapat membantu seseorang membangun dirinya secara utuh. SQ tidak bergantung pada budaya atau nilai. Tidak mengikuti nilai-nilai yang ada, tetapi menciptakan kemungkinan untuk memiliki nilai-nilai itu sendiri. kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang berasal dari dalam hati, menjadikan individu kreatif ketika dihadapkan pada masalah pribadi, dan mencoba melihat makna yang terkandung di dalamnya, serta menyelesaikannya dengan baik agar memperoleh ketenangan dan kedamaian hati. Kecerdasan spiritual membuat individu mampu memaknai setiap kegiatannya sebagai ibadah, demi kepentingan umat manusia dan Tuhan yang sangat dicintainya.

ESQ (Emotional Spiritual Quotient) merupakan gabungan EQ dan SQ, yaitu Penggabungan antara pengendalian kecerdasan emosi dan spiritual. Manfaat yang bisa di dapat adalah tercapai nya keseimabangan antara hubungan Horizontal (manusia dengan manusia) dan Vertikal (manusia dan Tuhan). Melalui ESQ, seseorang diharapkan mampu memahami dirinya, tindakan dan perilakunya sebagai bagian dari penghambaan kepada Tuhan yang mampu memberikan kedamaian dan ketenangan jiwa. Dengan kesadaran seperti ini, seseorang akan merasa ikhlas dan tulus melaksaanakan berbagai hal dalam kehidupan terutama pekerjaan karena diorientasikan untuk menciptakan kedamaian dan ketenangan bagi dirinya.

 

ESQ bagi Tenaga Kependidikan

Manfaat ESQ yang mampu mendorong individu meningkatkan kinerja dan produktivitas ini mendorong STAIN Purwokerto berinisiatif menyelenggarakan pelatihan ESQ bagi tenaga kependidikan. Tugas dan pekerjaan yang selalu berhubungan dengan penyelenggaraan pelayanan bagi mahasiswa menuntut kondisi pribadi yang optimal dari sisi fisik maupun mental. Dari sisi fisik, penyelenggaraan pelayanan menguras energi besar yang terkadang tidak mengenal waktu. Dari sisi mental, mahasiswa sebagai pusat orientasi pelayanan memiliki karakter yang berbeda-beda sehingga memerlukan pendekatan dan strategi yang deversifikatif. Kondisi ini apabila tidak dibangun atas dasar kematangan pribadi maka akan berdampak pada kualitas pelayanan yang diberikan.

Potensi tinggi yang berdampak pada menurunnya ualitas pelayananinilah yang kemudian diantisipasi melalui pelatihan ESQ. Berlangsung di Owabong, tenaga kependidikan STAIN Purwokerto mengikuti pelatihan ESQ dari tanggal 26-27 Januari 2013 dengan fasilitator Dr. H. Suwito, NS. Materi ESQ lebih diarahkan pada pengenalan diri sebagai seorang pribadi dan profesi. Ujungnya adalah pemahaman apakah secara pribadi masing-masing telah menjalankan tugas profesi dengan baik atau belum. “Tugas profesi kita adalah memberikan pelayanan kepada mahasiswa. Apakah selama ini pelayanan yang kita berikan sudah optimal atau belum, ramah atau sering marah, empati atau sumir, dan lain sebagainya,” jelas Suwito.

Cara mengenali diri, Suwito menarpkan metode KIM (kuras, isi, mancur). Melalui metode KIM, setiap peserta diminta untuk menulis semua kelemahan yang dimiliki yang berpotensi menghambat dirinya dalam melakukan tugas-tugas profesionalnya. Dari identifikasi kelemahan masing-masing kemudian peserta diminta kembali meuliskan tindakan-tidakan yang dinilai mampu mengatasi kelemahan-kelemahan yang ada.

Seorang peserta mengaku mendapat pengalaman pertama atas metode dan model pengenalan diri melalui ESQ. Rahmini Hadi, SE., M.Si mengaku selama ini kurang memberikan perhatian yang penuh dalam rangka penyelenggaraan pelayanan kepada mahasiswa. “terkadang kita cuek, karena memang pekerjaan menumpuk, sehingga pada saat ada mahasiswa bertanya kita menjawab sekedarnya,” ungkapnya.

Sessi ESQ dilanjutkan sambung rasa dengan pimpinan STAIN Purwokerto yang semuanya hadir. Dalam sambung rasa, peserta pelatihan menyampaikan masukan, kritik, dan saran kepada pimpinan untuk perbaikan ke depan. Atas masukan tersebut, pimpinan memberikan klarifikasi sekaligus komitmen untuk melakukan perubahan sebagaimana yang diharapkan peserta.

Ketua penyelenggara pelatihan, Kepala Sub Bagian Kepegawaian dan Keuangan, Sapuan, S.Ag., MH menjelaskan kegiatan ini akan rutin dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan ini sekaligus sebagai wahana untuk menyegarkan pegawai atas tugas-tugas kedinasan. “Harapannya, setiap individu pegawai memiliki energi yang terus penuh untuk melaksanakan tugas pelayanan. Kondisi ini akan terjadi apabila orientasinya tidak semata-mata material, tetapi spiritual,” harap Sapuan.

Kegiatan pelatihan ditutup dengan outbond sebagai ajang kreasi dan menjaga soliditas antarindividu. Tujuan ESQ untuk mendorong kreativitas, memperbesar motivasi, dan  meningkatkan produktivitas akan terlihat pasca pelatihan usai. Saat setiap individu berkerja memberikan pelayanan kepada mahasiswa. Apabila tindakan dan perilaku dalam penyelenggaraa pelayanan meningkat berarti pelatihan ESQ memberikan dampak yang positif. (aqen)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s