Enam Dimensi Strategis Administrasi Publik Konsep,Teori dan Isu (Yeremies T.Keban Ph.D )

BAB 1

 PENDAHULUAN

 

  1. Batasan

1.Istilah “administrasi”

Pendapat A.Dunsire yang dikutip oleh Donovan dan Jackson (1991:9) menunjukan beberapa batasan tentang “administrasi” yaitu diartikan sebagai arahan,pemerintahan,kegiatan implementasi,mengarahkan,penciptaan prinsip-prinsip implementasi kebijakan,kegiatan melakukan analisis,menyeimbangkan dan mempresentasikan keputusan,pertimbangan pertimbangan kebijakan,sebagai pekerjaan individual dan kelompok dalam menghasilkan barang dan jasa publik,dan sebagai arena bidang kerja akademik dan teoritis.

Pendapat Trecker (Donovan dan Jackson,1991:10) bahwa administrasi merupakan suatu proses yang dinamis dan berkelanjutan,yang digerakkan dalam rangka mencapai tujuan dengan cara memanfaatkan orang dan material melalui koordinasi dan kerjasama.

Batasan tersebut menepis anggapan yang ada selama ini bahwa administrasi selalu diartikan sebagai kegiatan tata usaha atau yang berkaitan dengan pekerjaan yang mengatur file,membuat laporan administratif keatasan,dsb. Dan agar lebih meyakinkan lagi,dapat dilihat definisi yang terdapat dalam “the public administration dictionary” (Chandler & Plan0 1988) yaitu proses dimana keputusan dan kebijakan diimplementasikan.

2.Istilah “administrasi publik”

Menurut pendapat Chandler & Plano (1988:29) adalah proses dimana sumberdaya dan personal public diorganisir dan dikoordinasikan untik memformulasikan,mengimplementasikan,dan mengelola (manage) keputusan-keputusan dalam kebijakan publik. Dan merupakan seni dan ilmu yang ditujukan untuk mengatur “public affairs” dan melaksanakan tugas yang telah ditetapkan.dan sebagai suatu disiplin ilmu yang bertujuan untuk memecahkan masalah-masalah publik melalui perbaikan-perbaikan terutama dibidang organisasi,sumber daya manusia dan keuangan

Menurut pendapat McCurdy(1986) “administrasi bukan hanya sekedar persoalan administrasi tetapi juga persoalan politik”. Anggapan ini menunjukan bahwa dunia administrasi publik justru sulit dipisahkan dari dunia politik. Istilah tersebut juga seringkali diganti oleh para ahli ilmu politik dengan “birokrasi” (kettl,1993).

 

Dari semua batasan, ada beberapa makna yang harus diingat berkenaan dengan hakekat administrasi publik, yaitu:

  1. Bidang tersebut lebih berkaitan dengan dunia eksekutif, meskipun berkaitan juga dengan legislatif dan yudikatif
  2. Bidang tersebut berkenaan dengan formulasi dan implementasi kebijakan publik
  3. Bidang tersebut juga berkaitan dengan berbagai masalah manusiawi dan usaha kerjasama untuk mengerjakan tugas-tugas pemerintah
  4. Meskipun bidang tersebut berbeda dengan administrasi swasta tetapi ia overlapping dengan administrasi swasta
  5. Bidang tersebut diarahkan untuk menghasilkan public goods dan services
  6. Bidang ini memiliki aspek teoritis dan praktis

 

  1. Ruang lingkup

 

Cakupan atau ruang lingkup administrasi sangat kompleks tergantung dari perkembangan kebutuhan atau dinamika masalah yang dihadapi masyarakat. Salah satu cara untuk melihat ruang lingkup adalah dengan mengamati jenis lembaga-lembaga deparetemen(kementrian), dan non departemen yang ada,seperti departemen pertahanan,pertanian,dsb.

 

Dikatakan oleh Chandler & Plano bahwa apabila kehidupan manusia semakin kompleks permasalahannya maka apa yang dikerjakan oleh pemerintah atau administrasi juga semakin kompleks

 

Ruang lingkup yang dapat dilihat dari topik-topik yang dibahas (selain perkembangan ilmu administrasi itu sendiri) ,menurut buku yang ditulis oleh Nicholas Henry (1995), antara lain:

  1. Organisasi publik, yang pada prinsipnya berkenaan dengan model-model organisasi,dan perilaku birokrasi
  2. Manajemen publik yaitu berkenaan dengan sistem dan ilmu manajemen,evaluasi program dan produktivitas,anggaran publik,dan manajemen sumber daya manusia
  3. Implementasi yaitu menyangkut pendekatan terhadap kebijakan publik dan implementasinya,privatisasi,administrasi antar pemerintah dan etika birokrasi

Aspek ata dimensi strategis yang dibicarakan dalam administrasi publik atau yang paling menentukan dinamika administrasi publik adalah:

  1. Manajemen faktor internal dan eksternal
  2. Pengaturan struktur organisasi agarkewenangan dan tanggung jawab,termasuk perilakunya sesuai kondisi dan tuntutan lingkungan
  3. Respons secara benar terhadap kebutuhan,kepentingan dan apresiasi masyarakat dalam pembuatan kebijakan publik
  4. Pengaturan moral dan etika melalui kode etik agar semua pengguna kemampuan,kompetensi dan profesi tidak disalahgunakan untuk kepentingan diluar kepentingan publik
  5. Pengenalan karakteristik lingkungan dimana administrasi publik itu beroperasi dalam konteks lingkungan hubungan antar lembaga negara, lembaga swaswa, masyarakat dan lingkungan
  6. Akuntabilitas kinerja yaitu suatu janji kepada publik yang harus dipenuhi atau ditepati dan dapat dipertanggung jawabkan melalui berbagai kegiatan pelayananatau pemberian barang-barang publik

 

 

 

Dengan kata lain,ruang lingkup administrasi publik meliputi dimensi-dimensi strategis,berikut:

 

  1. Dimensi kebijakan
  2. Dimensi organisasi
  3. Dimensi manajemen
  4. Dimensi moral dan etika
  5. Dimensi lingkungan
  6. Dimensi akuntabilitas kinerja

 

  1. Hubungan Antar Dimensi-dimensi Administrasi Publik

 

Hubungan antar dimensi-dimensi strategis ini besifat resiprokal atau saling berhubungan. yaitu antara dimensi kebijakan,manajemen,organisasi,moral dapat dilihat dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini dapatdilihat, misalnya, dari kebijakan pemberian iin yang prosedurnya terlalu kompleks dan berbelit-belit sehinga memancing munculnya praktek KKN.

 

  1. Peran Administrasi Publik

 

Karl Polanyi berpendapat bahwa kondisi ekonomi suatu negara tergantung pada dinamika administrasi publik. William Graham Sumner menunjukan bahwa inamika ministrasi publik dapat membuat sistem kenegaraan yangada menjadi lebih buruk. Peran tesebut juga dapat dilihat dari pernyataan Walter Weyl bahwa pemerintah dapat menyengsarakan masyarakat bila menerapkan administrasi publik dengan gaya “shadoe democracy” (hanya orang kaya sajalah yang terus memerintah)

 

 

 

  1. Kegiatan Administrasi Publik

Secara khusus kegiatan administrasi publik difokuskan pada aspek manajemen sebagai pelaksaan dari kebijakan publik. Artinya administrasi publik lebih berkenaan dengan kegiatan pengelolaan pelayanan publik maupun penyediaan barang-barang publik. Persepsi umumtentang administrasi adalah “the management of public affairs” . karena itu kegiatan ini meliputi semua yang dilakukan oleh para manajer publik.

  1. Tujuan Kegiatan Administrasi Publik

 

Kegiatan administrasi publik bertujuan untuk memenuhi kepentingan publik atau dengan istilah “public interest”. Dan yang harus diperjuangkan oleh para administrator publik adalah kepentingan publik (apa yang diinginkan dan yang dibutuhkan masyarakat)

 

  1. Perbedaan Administrasi Publik dengan Administrasi Swasta

 

Appleby menyatakan bahwa pemerintah dan swasta sangat berbeda orientasinya. Perbedaan pokoknya terletak pada pihak yang dilayani. Pemerintah melayani kepentingan publik sedangkan swasta melayani kepentingan swasta/pribadi.

Perbedaan juga dapat dilihat dari literatur kuno yang ditulis oleh Thomas Hobbes pada tahun 1651 berjudul “the levianthan” dimana beliau membedakan pihak swasta sebagai pihak yang memiliki “merchant mentality” yang didasarkan pada “selfish interest”. Sementara pemerintah diharapkan sebaliknya yaitu “public interest”.jadi harapanHobbes agar pemerintah harus bekerja untuk memenuhi kepentingab pribadinya yaitu akumulasi modal atau mencari keuntungan.

 

  1. Sosok Administrasi Publik

 

Administrator publik adalah orang yang baik yang menguasai berbagai prinsip, metode, dan teknik yang dibutuhkan untuk encapai tujuan organisasi publik

Administrator publik adalah orang pilihan, artinya ia menduduki suatu jabatan atas dasar kompetesi , buakan atasdasar kepercayaan semata. Dengan adanya kompetensi maka adanya evaluasi dan diharapkan munculnya jiwa pembaharuan (inovatif) dan daya kreasi yang tinggi, serta komitmen untuk memberikan yang terbaik pada masyarakat.

 

 

 

 

  1. Isu Tentang Benturan Nilai-nilai dalam Adminitrasi Publik

 

Misalnya, dapat dilihat dari benturan nilai efesiensi dengan nilai keadilan. Nilai rasionalitas dengan nilai kepuasan. Nilai netralitas dengan keberpihakan. Dan yang berkenaan dengan derajat intervensi seorang administrator tehadap kehidupan masyarakat.

Dengan adanya masalah-masalah yang terjadi dalam administrasi publik ini. Maka diharuskan seorang administrator harus menggunakan seni dalam bekerja, maka seorang administrator harus diberikan “keluwesan” dalam bertindak, tetapi mempunyai tanggung jawab keputusan dan tindakannya

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN ADMINISTRASI PUBLIK

 

 

  1. Pendahuluan

 

Buku E.N. Gladen yang berjudul “ a history of public administration” yang terbit tahun 1972, tentang praktek administrasi dan peranan para pegawai tata usaha, manajer tngkat menengah pada jaman kuno khususnya di mesir dan dunia timur, buku ini dilihat dari spekulasi Gladen tentang apa saja yang pasti sudah terjadi pada jaman kuno, misalnya ia mengatakan dijaman kuno birokrasi yang besar sudah ada dan skandal korupsi serta sifat birokrasi yang berbelit-belit sudah berkembang pada saat itu.

 

  1. Administrasi Publik Sebelum Wilson.

 

Salah satu pemikiran yang dikemukakan oleh Confucius, dia mengatakan bahwa pelayanan publik harus memiliki moralitas yang baik. Pihak yang memerintah dan anak buahnya yang melayani memiliki hubungan paternalistic yang baik, member contoh yang baik pada pihak yang diperintah.

Dan juga Plato mengemukakan dalam bukunya yang berjudul “The Laws” tentang administrasi Yunani kuno. Dalam bukunya adinstrasi dibagi dalam tiga cabang. Yaitu pengawas kota, pengawas agora dan pengawas tempat ibadah. Lalu menggambarkan bagaimana menentukan jumlahnya, seleksi sebelum bekerja, tugas dan kewajiban kemudian sanksi apabila ada pelanggaran. Dalam “politics” dan “On The Anthenian Constitution” Aristhotheles juga menambahkan satu jenis pengawasan lagi yaitu pengawas pedalaman.

Dalam buku “The Prince” karangan Niccolo Machiavelli juga disebutkan pentingnya pelayanan publik. Para pelayan tersebut juga harus sering dipuji agar menambah motivasi. Montesquieu dalam “The Spirit Of Laws” mengungkap perbedaan antara sistem hukum dan administrasi lebih difokuskan kepada fungsi regulasi.

Tidak hanya itu, beberapa tokoh lagi juga menambahkan pendapatnya tentang administrasi. Seperti dalam buku “principles administration publique” karangan Charles Jean Baptiste Bonnin yang menyebut administrasi merupakan subjek yang penting, oleh karena itu dia mengusulkan tentang prinsip administrasi publik. Intinya perbedaan antara politik dan administrasi yang memiliki seni. Lalu George Wilhem F H menyatakan pelayanan sipil dapat bersifat buffer melawan tirani. Fungsi eksekutif diseluruh tingkat harus disambungkan. Vivien juga mengemukakan tentang dikotomi administrasi publik.

Inti dari semuanya membuktikan bahwa prinsip administrasi publik dan berbagai isunya sudah gencar dipersoalkan jauh sebelum bapak administrasi publik Amerika Wodrow Wilson muncul.

 

  1. Pergeseran Paradigma.

 

Paradigma merupakan suatu nilai, metode, prinsip dasar atau cara memecahkan suatu masalah yang dianut masyarakat ilmiah pada waktu tertentu. Apabila cara pandang mendapat tantangan dari luar dan mengalami krisis (anomali) , kepercayaan terhadap hal tersebut akan luntur dan sulit dipercaya lagi. Kemudian orang akan mencari paradigmabaru.

 

Berikut uraian pergeseran paradigm administrasi publik:

  • Paradigma 1 (1900-1926) paradigma dikotomi politik dan administrasi Negara. Diungkapkan bahwa politik harus memusatkan perhatianya terhadap kebijakan atau ekspresi rakyatnya sedang administrasi berkenaan dengan pelaksanaan dan pengimplementasian dari hal tersebut. Dijelaskan juga bahwa administrasi harus bebas nilai namun diarahkan untuk mencapai efektifitas dan ekonomi dari “government Burreaucracy”
  • Paradigma 2 (1927-1937) paradigma prinsip administrasi. Disini siperkenalkan prinsip administrasi sebagai fokus administrasi publik. Prinsip tersebut biasa dikenal dengan istilah POSDCORB (Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Reporting, dan Budgeting). Ditambahkan pula bahwa fokus lebih ditekankan dari lokusnya.
  • Paradigma 3 (1950-1970) administrasi Negara sebagai ilmu politik. Dijelaskan bahwa administrasi publik sebagai ilmu politik dimana lokusnya adalah birokrasi pemerintahan sedang fokusnya kabur karena administrasi Negara mengundang kelemahan. Sayangnya saat ini administrasi publik mengalami krisis identitas karena ilu politik dianggap disiplin ilmu yang dominan dalam dunia administrasi publik.
  • Paradigma 4 (1956-1970) administrasi publik sebagai ilmu administrasi. Disini prinsip menejemen dikembangkan secara ilmiah dan mendalam. Perkembangan ilmu administrasi mrni didukung oleh psikologi sosial dan perkembangan kebijakan publik.
  • Paradigma 5 (1970 – Sekarang) administrasi publik dianggap sebagai aministrasi publik. Fokusnya dalam hal ini adalah teori organisasi, menejemen, dan kebijakan publik. Sedangkan lokusnya adalah masalah dan kepentingan publik.

 

Kemudian mucul pendapat Nicholas Henry dan Gerald E Caiden yang merinci beberapa aliran administrasi publik. Yaitu aliran proses administratif, empiris, perilaku manusia, analisis birokrasi, sistem sosial, pengambilan keputusan,matematik,dan integratif.

 

Donald F Kett juga mengungkapkan beberapa tahap paradigma administrasi publik. Tahap sentralisasi administrasi  (1887-1915), tahap sciencetific management (1915-1940), tahap uji diri yang kritis (1940-1969) dan tahap sentralisasi administrasi (1969-Sekarang). Tahap terakhir berpusat pada penciptaan administrasi professional untuk memperkuat pemerintah agar lebih efektif dan efisien serta agar administrasi publik dari skandal politik yang mengurangi efektifitas.

 

Pada tahun 1983 muncul muncul akronim pengganti yaitu PAFHRIER (Policy analysis, Financial, Human Resource, Information, dan External Relation). Lalu di tahun 1992 muncul Post Bureaucratic paradigm yang menekan hasil serta kualitas produk untuk masyarakat yang terkait dengan norma.

 

 

 

 

 

 

Disaat yang bersamaan muncul paradigma baru Reinventing Government oleh D. Osbome dan T. Gaebler. Isinya tentang sifat pemerintah yang harusnya catalytic, community owned, competitive, mission driven, result oriented, customer driven, enterprising, anticipatory, decentralized, dan market oriented. Paradigma tadi juga dikenal dengan new publik menegement yang berisi tujuh komponen:

 

  1. Pemanfaatan menejemen professional dalam sector publik
  2. Penggunaan indicator kerja
  3. Penekanan yang lebih besar pada control output
  4. Pergeseran perhatian pada unit yang lebih kecil
  5. Pergeseran ke kompetisi yang lebih tinggi
  6. Penekanan gaya sector swasta pada praktek menejemen
  7. Penekanan disiplin dan penghematan yang lebih tinggi dalam penggunaan sumberdaya.

 

New Public Menegement mengalami banyak perubahan orientasi:

  • Orientasi petama dikenal dengan namathe efficiency drive. Mengutamakan efisiensi dalam pengukuran kerja.
  • Orientasi kedua downsizing dan decentralization. Mengutamakan penyederhanaan struktur, memperkaya fungsi otoritas pada fungsi yang lebih kecil.
  • Orientasi ketiga search of excellence. Mengutamakan kinerja optimal IPTEK.
  • Orientasi keempat public service orientation. Menekan pada kualitas, misi dan nilai yang hendak dicapai organisasi publik, memerhatikan aspirasi, kebutuhan, partisipasi masyarakat, penekanan evaluasi kerja berkesinambungan dan akuntabilitas.

 

Tahun 2003 muncul lagi paradifma baru “ The New Public Service ” oleh J. V. Denhart dan R. B. Denhart. Menurut mereka administrasi publik harus:

  1. Melayani warga masyarakat bukan pelanggan
  2. Mengutamakan kepentingan publik
  3. Lebih menghargai warga Negara daripada kewirausahaan
  4. Berfikir strategis dan bertindak demokratis
  5. Menyadari bahwa akuntabilitas bukan merupakan hal yang mudah
  6. Melayani daripada mengendalikan
  7. Menghargai orang bukan produktivitas semata.

 

  1. Pengaruh Disiplin Lain dan Teknologi

 

  1. Pengaruh Menejemen klasik: Ortthodox

           

Menejemen klasik berkembang dari revolusi industry. Salah satu pendapat yang terkenal adalah yang dikemukakan Taylor yang dituangkan dalam 4 rinsip:

  1. Dikembangkan ilmu menejemen sejati sehingga diperoleh metode kerja terbaik
  2. Dilakukan seleksi pegawai secara ilmiah agar pekerja dapat mempertanggung jawabkan pekerjaanya
  3. Perlu ada pendidikan pekerjaan ilmiah para pekerja
  4. Perlu ada kerjasama intim dan ramah antara menejer dan pekerja

 

Menurut Henry Fayol suatu usaha dibedakan menjadi enam kegiatan yang aling bergantung. Yaitu, kegiatan teknis, kegiatan komersil, kegiatan financial, kegiatan keamanan, kegiatan accounting, dan kegiatan menejerial.

 

Berikut prinsip menejemen yang dikemukakan H. Fayol untuk menunjang kerja dalam administrasi:

 

  • Division of work (pembagian kerja)
  • Authority (hak member perintah)
  • Discipline ( aturan yang dipatuhi )
  • Unity of command ( kesatuan perintah )
  • Unity of direction ( kesatuan arah )
  • Subordination of individual interest to the general interest ( kepentingan organisasi lebih diutamakan dari kepentingan pribadi )
  • Remuneration ( sistim kompensasi yang adil )
  • Centralization ( sistem sentralisasi )
  • Scalar chain ( garis kewenangan )
  • Order ( penempatan pada posisi dan waktu yang tepat )
  • Equity ( perlakuan yang ramah dan adil untuk bawahan )
  • Stability of tenure of personeel ( kestabilan dari para staff )
  • Initiative ( kebebasan inisiatif bawahan )
  • Spirit de corps ( dorongan semangat kerja team.

 

Berikut adalah POSDCORB sebagai akronim yang harus dilakukan kepala eksekutif. Dikemukakan oleh Gullick dan Urwick:

 

  • Planning. Menetapkan apa yang harus dilakukan agar mencapai tujuan bersama organisasi.
  • Organizing. Penciptuan struktur dimana sub bagian kerja diatur, dirumuskan dan dikordinasikan untuk mencapai tujuan yang ditetapkan
  • Staffing. Fungsi pengangkatan dan training para staff untuk menjaga keselarasan suasana kerja
  • Directing. Tugas berkesinambungan yang mengatur pembuatan aturan serta keputusan dan instruksi sebagai tugas pimpinan organisasi
  • Coordinating. Menghubungkan berbagai bagian dan unit kerja dalam organisasi.
  • Reporting. Member informasi tentang apa yang sudah terjadi dan dilakukan atas dasar tanggung jawab kerja.
  • Budgeting. Seluruh kegiatan perencanaan, perhitungan dan pengendalian anggaran.

 

  1. Reaksi Terhadap Menejemen Klasik

 

Pada kenyataanya POSDCORB tidak menjelaskan makna publik dari administrasi publik. Menurut Simon prinsip tersebut tidak menggambarkan apa yang sebenarnya dilakukan administrator publik, umumnya aspek rasionalitas tidak diperhatikan karena pada kenyataan banyak administrator hanya mengambil keputusan berdasar pada aspek kepuasan.

Kritikan lain dating dari Dwight Waldo yang menyatakan doktrin PoSDCORB tidak netral. Doktrin tersebut mengandung nilai kompleks dari filsafat kuno barat. Ada lagi Appleby yang mengatakan administrasi tidak bisa lepas dari politik dan doktrin POSDCORB bukan merupakan cara terbaik. Apalagi dengan ditemukan doktrin human relation, doktrin POSDCORB menjadi sulit dipercaya dan malah dianggap mengeksploitasi, mengontrol dan memanipulasi para pekerja dalam organisasi.

 

  1. Pengaruh Lain ( Heterodoxy )

 

  1. Pengaruh administrative science. Berkembang tahun 1960an, lebih berfokus pada pengembangan metode pengambilan keputusan dengan memanfaatkan teknologi.
  2. Pengaruh ilmu politik. Menjelaskan bahwa administrasi publik berkenaan dengan kekuasaan dan medan politik dimana berbagai interest group terlibat dalam penentuan kebijakan.
  3. Pengaruh sosiologi. Pengaruhnya dapat dilihat dari masuknya teori birokrasi sitem, perubahan sosial , kelas, kekuasaan, peranan, kasta, mata pencaharian dan masyarakat dalam administrasi publik.
  4. Pengaruh ilmu ekonomi. Ilmu ekonomi sangat penting dalam administrasi publik karena ada administrasi keuangan Negara, anggaran dan perpajakan yang menjadi aspek elementer.
  5. Pengaruh psikologi sosial. Psikologi dapat berpengaruh karena mempengaruhi produktivitas kerja. Suatu lingkungan sosial pekerja dapat mempengaruhinya juga. Aliran human relation juga mengembangkan prinsip baru dalam administrasi publik bahwa kebutuhan atau kepuasan pegawai juga harus dilihat.
  6. Pengaruh disiplin sejarah. Metode studi kasus yang biasa digunakan ilmu sejarah juga digunakan dalam ilmu administrasi publik. Sukses atau gagal suatu proses pelaksanaan tugas eksekutif disajikan sistematis untuk dipelajari lagi bagi praktisi.
  7. Pengaruh ilmu perbandingan administrasidan globalaisasi. Gerakan pembanding ini muncul karena para cendikiawan meragukan teori POSDCORB yang menjadi panutan sebelumnya.
  8. Pengaruh teknologi, teknik, dan spesialisasi baru.masuknya teknologi dan aplikasi baru membuat perkembangan dalam ilmu administrasi publik.

 

Meski demikian tiga disiplin ilmu yang utama dalam ilmu administrasi publik menurut Vigoda adalah ilmu politik, sosiologi dan budaya serta menejemen dan organisasi bisnis.

 

  1. Arah Perkembangan Administrasi Publik.

 

Variasi pendapat tentang administrasi publik menimbulkan perbedaan yang menghasilkanempat model administrasi publik yang dinamis. Sebagai berikut uraianya:

  • NO STATE MODEL. Tumbuh dari filsafat anti campur tangan pemerintahdalam masyarakat untuk mempromosikan kebijakan.asas free market ditekankan. Karena uang merupakan integratoe efektif untuk kegiatan kemasyarakatan. Model ini berusaha agar kondisi pasar tidak mendapat campur tangan dan wiraswasta bebas bekerja.

 

  • BOLD STATE MODEL. Model ini melihat Negara menjadi hal positif untuk mempromosikan kebijakan. Menuntut perluasan peran pemerintah agar mampu mengahadapi masalah yang dating dari masyarakat. Dalam model ini administrator diangkat atas karier dan spesialisasi. Disamping itu keyakinan kekuatan pasar menjadi sangat rendah.
  • PRE STATE MODEL. Merupakan model yang berada ditengah antara no state model dengan bold state model. Model ini lebih mementingkan peran administrator yang kreatif, spontan dan manusiawi.keperrcayaan pasar di model ini tergantung situasi, peran pemerintah pusat tergantung kebutuhan,dan kebijakan dipengaruhi masyarakat juga pemerintah.
  • PRO STATE MODEL. Model ini adalah output sistem kenegaraan setelah PD II. Batas swasta dan pemerintah semakin suram. Model ini percaya akan aplikasi teknologi dan penemuan ilmiah untuk pemanfaatan dalam administrasi publik. Bersifat instrumentalis sehingga member peluang pemakaian analisis kebijakan teknis, implementasi, statistic, dan riset evaluasi tanpa melihat kemampuan instrument tersebut dalam memecahkan masalah publik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 3

DIMENSI KEBIJAKAN

 

  1. Istilah kebijakan

 

Istilah ”Kebijakan ” sering dipakai sebagai serangkaian alternatif yang siap dipilih berdasarkan prinsip-prinsip tertentu, sedangkan istilah ”Kebijaksanaan” sering dipakai sebagai suatu keputusan yang memperbolehkan sesuatu yang sebenarnya dilarang, atau sebalikny, berdasarkan alasan-alasan tertentu seperti pertimbangan kemanusiaan, keadaan gawat dsb.Graycar mengatakan bahwa kebijakan/policy dapat dipandang dari perspektif filosofis, produk,proses, dan kerangka kerja (Donovan dan Jakson, 1991: 14).Sebagai suatu konsep”filosofis” kebijakan dipandang sebagai serangkaian prinsip, atau kondisi yang diinginkan.Sebagai suatu ”produk” kebijakan diartikan sebagai serangkaian kesimpulan atau rekomendasi.Sebagai suatu ”proses” kebijakan menunjuk pada cara dimana melalaui cara suatu organisasi dapat mengetahui apa yang diharapkan darinya yaitu program dan mekanisme dalam mencapai produknya.Sebagai ”serangkaian kerja”,kebijakan merupakan suatu proses tawar menawar dan negoisasi untuk merumuskan isu-isu dan metode implementasinya.Hogwood dan Gunn (Turner & Hulme, 1997: 59) mengatakan ”policy” dapat diartikan sebagai ”label bagi suatu bidang kegiatan” seperti kebijakan ekonomi, kebijakan industri, dll

 

  1. Istilah Kebijakan Publik

 

Menurut buku Kamus Admininistrasi Publik (chandler Plano,1988:107) Kebijakan publik adalah pemanfaatan yang strategis terhadap sumberdaya-sember daya yang ada untuk memecahkan maslah-maslah publik atau pemerintah.

 

Sedangkan Shafritzh dan Russel (1997) bahwa kebijakan adminitrasi publik yaitu “whatever a gonverment decides to do or not to do” dan Petterson (2003) berpendapat bahwa kebijakan publik secara umum dilihat sebagai aksi pemerintah dalam menghadapi masalah, dengan mengarahkan perhatian terhadap “siapa mendapat apa, kapan dan bagaimana”

 

Pada umumnya bentuk kebijakan publik dapat dibedakan atas:

  1. Bentuk “regulatory” yaitu mengatur perilaku orang lain
  2. Bentuk “redistributive” yaitu mendistribusikan kembali kekayaan yang ada, atau mengambil kekayaan dari yang kaya allu memberikan kepada yang miskin
  3. Bentuk “distributive” yaitu melakukan distribusi atau memberikan akses yang sama terhadap sumber daya tertentu
  4. Bentuk “constituent” yaitu ditujukan untuk melindungi negara

 

  1. Pergeseran Paradigma

 

  • Tahun 1935

Vifredo Pareto mengemukakan bahwa kebijakan hanya dapat diadopsi apabila menguntungkan paling kurang satu orang, tetapi tidak merugikan seorang pun.

  • Tahun 1951

 

Daniel Lerner dan Harold D.Laswell menyarankan pengunaan analisis yang sistematik dalam kebijakan dalam rangka menghindari perilaku irrasional.

 

  • Tahun 1959

 

Charles Lindbloom dalam tulisannya yang berjudul “the science of muddling through” mengungkapakan bahwa kebijakan  sebaiknya dibuat melalui proses yang incremental dan bukan melalui proses “rational comprehenshive”

 

  • Tahun 1962

 

Morton kroll menyarankan agar kebijakan sebaiknya dipelajari sebagai suatu kesatuan dari tiga elemen yaitu pola tentang nilai-nilai,sistem etika, dan pengaturan institusional

 

  • Tahun 1966

 

Thomas R.Dye melaporkan bahwa variabel ekonomi seperti tingkat urbanisasi, industrialisasi,kekayaan,pendidikan,lebih secara signifikan mempengaruhi output kebijakan dari negara bagian (AS) daripada variabel politik seperti voters

 

  • Tahun 1970

 

LL.Wade fan R.L Curry Jr menggunakan analisis ekonomi untuk mengembangkan suatu teori  normatif pilihan publik,dimana mereka mengintegrasikan prefensi masyarakat,kemudian produksi,dan hambatan anggaran dalam suatu model pembuatan kebijakan.

 

  • Tahun 1975

 

James E.A memfokuskan perhatian kepada kriteria pengambilan keputusan yang digunakan para aktor, yaitu nilai, afisiasi parpol,kepentingan konstituen,opini publik.dsb.

 

  1. Prinsip Kebijakan Publik

 

Prinsip kebijakan publik secara toritis dilandasi oleh berbagai faktor atau pertimbangan, dan nampak dalam model-model kebijakan publik (Hill,2005).

 

Proses kebijakan publik tidak terlepas dari:

 

  1. Tahap-tahap kebijakan
  2. Analisis Kebijakan
  3. Impelentasi Kebijakan
  4. Monitoring dan Evaluasi Kebijakan

 

Agar jalanya suatu proses implementasi berjalan sesuai harapan, maka diadakan monitoring, dan evaluasi untuk mempelajari tentang hasil yang diperoleh dalam suatu program untuk dikaitkan dengan pelaksaanya, mengendalikan program, dan mempengaruhi respons dari mereka yang berada diluar politik.

 

  1. Isu penting

 

 

Dalam proses penyusunan dan pembuatan kebijakan publik terdapat isu menarik yang perlu diperhatikan, yaitu , Isu Etika Kebijakan, Isu Paragdimatis , Isu Kualitas, Efektifitas, dan Kapasitas Kebijakan dan Isu Kepalsuan Kebijakan.

Isu kebijakan publik di atas harus kita perhatikan dan harus diwaspadai, karena kalau tidak ada perbaikan akan mengalami kerugian dalam kebijakan publik tersebut

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 4

Dimensi Manajemen

 

  1. Pendahuluan

Dimensi ini memutuskan perhatian pada bagaimana melaksanakan prinsip-prinsip tertentu yaitu prinsip manajemen. Dimensi ini menekankan imlementasi berupa penerapan metode,teknik,model,dan cara mencapoa tujuan secara efesien dan efektif.

Penekanan pada aspek pelaksanaan ini tercermin dari definisi manajemen yang disampaikan oleh Mary Parker Follet yaitu manajemen sebagai “suatu proses pencapaian hasil melalui orang lain “(getting things done throught others).Definisi tersebut mengaandung beberapa elemen.Pertama,bahwa manajemen adalah suatu proses kerja sama yang yang mengandalkan sinergisme.Kedua,proses tersebut dilakukan antara orang-orang,yang dipimpin oleh seorang yang berfungsi sebagai manajer atau pemimpin.Dan Ketiga,kerjasama tersebut dituntun oleh prinsip-prinsip tertentu yang telah teruji keterandalnya.

Dimensi tersebut mendapat perhatian khusus karena ketertarikan untuk melihat apakah metode dan teknik manajemen yang digunakan dapat diterapkan dalam konteks yang berbeda.apakah dimensi ini berpengaruh dan dipengaruhi oleh dimensi-dimensi administrasi public yang lain.

  1. Batasan

Manajemen diartikan dengan sangat variatif oleh para ahli,yang didasarkan kepada latar belakang pendidikan,pengalaman,atau persektif yang dianut.Menurut Shafritz dan Russel (1997:20), manajemen berkenaan dengan orang yang bertanggung jawaab menjalankan suatu organisasi,dan proses organisasi itu sendiri yaitu pemanfaatan sumber daya (seperti orang dan mesin) untuk mencapai tujuan organisasi.

Donovan dan Jackson (1991:11-12) melihat manajemen adalah sebagai suatu aktivitas yang dilaksanakan pada tingkatan organisasi tertentu,sebagai serangkaian keterampilan (skills), dan sebagai serangkaian tugas.Dengan mengunakan pendapat Boyatzis,kedua pengarang ini mengemukakan empat klaster kompetensi yang ada dalam manajemen yaitu (1) klaster manajemen tujuan dan aksi, (2) Klaster pengarahan terhadap bawahan.(3) Klaster manajemen sumber daya, (4) klaster  Klaster kepemimpinan.

Manajemen public adalah suatu studi interdiipliner dari aspek-aspek umum organisasi, dan merupakan gabungan antara fungsi management seperti : Planning,organizing, dan controlling di satu . sisi. Dengan sumber daya manusia, keuangan, phisik, informasi, dan politik di sisi lain.

Dengan kata lain,manajemen public merupakan suatu proses menggerakan sumber daya manusia dan non manusia sesuai “perintah”kebijakan public.

Pengembangan manajemen public di masa mendatang,menurut The National Commision on Public Service di Amerika Serikat (lihat Ott,Hyde, dan Shafritz,1991:428-429) perlu memperhatikan beberapa hal.yaitu (1) perlu mengidentifikasikan secara jelas peran dan pelayan public dalam proses yang demokratis,(2) perlu fleksibilitas dalam menata organisasi,(4) pengangkatan atau penunjukan pejabat oleh presidn harus dikurangi,dan lebih diberikan ruang untuk pengembanga karier professional,dan (4) pemerintah harus melakukan investasi lebih besar di bidang pendidikan dan pelatihan eksekutif dan manajemen.

  1. Pergeseran Pradigma

Perkembangan manajemen public paling idak dipengaruhi oleh tiga pandangan yaitu manajemen normative, manajemen deskriptif, manajemen public.

  1. Manajemen Normatif

Pendekatan manajemen normatif melihat management sebagai suatu proses penyeleseian tugas atau pencapaian tujuan.Efektivitas dari proses tersebut diukur dari apakah kegiatan-kegiatan organisasi itu direncanakan,diorganisir, dan dikontrol secara efisien ( Stoner,1978 ; Rue & Byars, 1981 ).

 

 

 

 

Aliran manajemen normatif mudah dikenal melalui rumusan-rumusan fungsi manajemen bisnis sebagimana  pernah ditiru oleh POSDCORB.Beberapa fungsi universal,sebagai berikut :

  1. Planning : Suatu proses pengambilan keputusan tentang apa tujuan yang harus dicapai dalam kurun waktu tertentu di masa mendatang dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.Proses tersebut terdiri atas dua elemen :
  • Penetepan tujuan
  • Menentukan keguatan-kegiatan yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut
  1. Organizing : Suatu proses pembagian kerja (division of labor) yang disertai dengan pendelegasian wewenang.Organizing sangat bermanfaat dalam memberikn informasi tentang garis kewenangan agar setiap anggota dalam organisasi bisa mengetahui apa kepada siapa dia memberi perintah dan dari siapa dia menerima perintah.
  2. Staffing : Suatu proses untuk memperoleh tenaga yang tepat,baik dalam jumlah maupun kualitas sesuai dengan kebutuhan pekerjaan dalam organisasi
  3. Coordinating : Suatu proses pengintegrasian kegiatan-kegiatan dan target/tujuan dari berbagai unit kerja dari suatu organisasi agar dapat mencapai tujuan secara efisien.
  4. Motivating : Suatu proses pemberian dorongan kepada para anggota organisasi agar mereka dapat bekerja sesuai dengan tujuan organisasi
  5. Controlling : Suatu fungsi management yang mencari kecocokan antara kegiatan-kegiatan actual dengan kegiatan-kegiatan yang direncanakan.

 

Sementara itu, R.Milles (1975 )mencoba meletakkan fungsi-fungsi manajemen normative tersebut dalam tiga teori manajemen, pertama yang disebut model tradisional,Kedua yaitu human relations,dan ketiga adalah human resources.

Dalam Model Tradisional,manager berasumsi bahwa pekerjaan itu tidak menyenangkan bagi manusia,upah lebih penting dari kerja itu sendiri.

 

Dalam Model Human Relations,seorang manager berasumsi bahwa bawahannya ingin merasa berguna dan penting,dikenal sebagai seorang individu yang berarti, dan bahwa keinginan tersebut mungkin lebih penting dari pada uang.

Dan dalam Model Human Resources seorang manager berasumsi bahwa orang bisa saja tertarik terhadap pekerjaan yang menantang (tidak selalu uang). Memiliki kreativitas dan inisiatif serta tanggung jawab yang tinggi untuk mengarahkan pengendalian dan pengarahan dirinya,

  1. Manajemen Deskriptif

Menurut Mintrzberg, fungsi manajemen yang benar-benar dijalankan terdiri atas kegiatan-kegiatan personal, intteraktif, admnistratif, dan teknis.Jenis pertama adalah kegiatan personal, Jenis Kegiatan yang kedua adalah kegiatan interaktif.  Jenis kegiatan yang ketiga adalah administratif.

 

Manajemen public merupakan suatu spesialisasi yang relative baru, tetapi berakar dari pendekatan normative.Woodrow Wilson-penulis “The Study Of Administration “ di tahun 1887 (lihat Wilson dalam Shafritz dan Hyde,1997 )  merupakan pionernya. Di dalam aliran ini yang dibicarakan benar-benar manaemen public.

 

Fokus dari ajakan tersebut adalah melakukan perbaikan fungsi eksekutif dalam tubuh pemerintahan karena waktu itu dinilai telah berada dalam batas kewajaran sebagai akibat dari merebaknya gejala korupsi, kolusi, dan nepotisme, dengan mengadopsi prinsip manajemen business

 

Wilson meletakkan 4 (empat ) prinsip dasar bgi studi administrasi public yang mewarnai manajemen public sampai sekarang yaitu : (1) pemerintah sebagai setting utama organisasi ; (2) fungsi eksekutif sebagai focus utama ; (3) pencarian prinsip-prinsip dan teknik manajemen yang lebih efektif sebagai kunci pengembangan kompetensi administrasi, dan (4) metode perbandingan sebagai suatu metode studi dn pengembangan bidang administrasi public (lihat Perry & Kraeme, 1991 : 5-6 )

 

Pengembanagan paradigmanyapun mengikuti perkembangan administrasi public (lihat Henry, 1995), seperti dikotomi administrasi-politik (paradigm pertama,periode 1900-1926),prinsip-prinsip administrasi (paradigma kedua periode1927-1937), ilmu politik (paradigma ketiga.periode 1950-1970),administrative science (paradigma kempat periode 1956-1970)

 

  1. Fungsi-Fungsi Manajemen

 

Dalam pendekatan manajemen klasik telah diungkapkan adanya fungsi perencenaan, pengorganisasian, staffing, pengarahan, koordinasi, pelaporan, dan penyusunan anggran (POSDCORB). Pendekatan ini melihat dimensi-dimensi tersebut sebagai suatu yang normative (berlaku dimana-mana, dan merupakan satu-satunya cara terbaik).Allison (1997:385) melihat bahwa seorang manajer umum. Baik bekerja di swasta maupun di pemerintah, paling tidak menjalankan fungsi manajemen berikut

(1) menciptakan tujuan dan prioritas.

(2) menyusun rencana prioritas.

(3) melakukan pengorganisasian dan staffing

(4) mengarahkan para pegawai dan system manajemen kepegaiwan

(5) mengendalikan kinerja

(6) berurusan dengan unit-unit luar

(7) berurusan dengan organisasi-organisasi independen

(8) berurusan dengan media massa dan public

 

Akan tetapi dewasa ini muncul upaya untuk melakukan penyempurnaan fungsi-fungsi manajemen sector public. Berikut ini akan dijelaskan fungsi-fungsi manajemen yang merupakan tanggung jawab para manajer.

 

  1. Fungsi Manajemen Kebijakan

Dalam proses kebijkan,seorang manajer secara efektif terlibat dalam penentuan program-program dan proyek-proyek yang diusulkan untuk ditangani dalam tahun anggaran tertentu.

Untuk kebutuhan diatas,seorang manajer biasanya mendirikan  suatu unit pengelolaan kebijakan yang lebih populer dikenal dengan Unit Perencanaan.Sayangnya unit ini sering hanya sibuk memperhatikan bagaimana menyusun anggaran tahunan, dan jarang melakukan analisis kebijakan.Unit ini tidak hanya menyarankan apa rencana yang akan diimplementasikan di massa mendatang, tetapi juga bagaimana proses pengambilan keputusan terhadap suatu program atau proyek

.

  1. Fungsi Manajemen SDM

Dalam pengelolaan SDM perludiperhatikan jumlah,jenis ,kualitas,distribusi,dan utilisasi SDM yang bekerja dalam organisasi.Jumlah,jenis, dan kualitas sangat berkenaan dengan tuntutan pekerjaan-pekerjaan yang ada.Distribusi SDM sangat tergantung kepada beban kerja dari setiap unit kerja yang ada,sementara itu utilisasi sangat tergantung kepada komitmen yang dimiliki.

Pengalaman menunjukan bahwa di instansi pemerintah, jumlah dan jenis SDM masih sering dimanipulasi karena berbagai kepentingan

 

Disamping itu,pemanfaatan SDM terasa masih kurang optimal.Seorang manajer seharusnya menghitung berapa biaya yang telah dikeluarkan untuk melakukan training dan pengembangan pegawai dan mencoba melakukan perkiraan dari peningkatan kualitas SDM yang dilakukan.Cukup banyak tenaga pegawai yang kecewa karena setelah kembali mengikuti pendidikan atau pelatihan, pengetahuan dan keterampilan mereka tidak dimanfatkan malah dipindahkan ke tempat baru yang sama sekali tidak menuntut pengetahuan atau keterampilan mereka.

 

Dalam menangani SDM ini biasanya seorang manajer membentuk suatu unit yang sering dikenal dengan Bagian Personalia, atau Unit Manajemen SDM. Seharusnya unit ini menjalankan tugas-tugas manajer dalam mengatur jumlah, jenis, kualitas, distribusi, dan pemanfaatan SDM yang ada. Bukan semata mencatat rekor tentang SDM yang ada untuk diperiksa keabsahannya seperti yang terjadi selama ini.

 

Disamping itu, dalam pengelolaan SDM ini perlu juga diperhatikan pemberian motivasi yang tepat agar pegawai atau pekerja dapat melakukan pekerjaan dengan penuh semangat dan tanggung jawab.

 

Manajemen SDM, di masa mendatang, hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip Civil Service yang dari hari ke hari semakin mendapatkan perhatian  (lihat  Coggbum,2003 :203-209),yaitu merekrut aparat yang qualified untuk menangani pekerjaan-pekerjaan di sector public,  memberikan balas jasa kepada mereka secara adil dan mengembangkan mereka,dan memberlakukan peraturan yang memungkinkan mereka mencapai tujuan-tujuan public.

 

Agar dapat mengelola SDM dengan baik, seorang manajer sebaiknya berfungsi sebagai leader yang handal.

 

  1. Fungsi Manajemen Keuangan

Pengetahuan keuangan merupakan tanggung jawab seorang manajer meskipun dalam kenyataanya ditangani oleh unit keuangan.Tugas utama seorang manajer dalam bidang ini adalah bagaimana mencari dana,merencanakan dan mengalokasikannya sesuai dengan kebutuhan yang ada, memanfaatkannya secara optimal, dan mengendalikan penggunaanya sesuai rencana.

 

Di masa mendatang perlu ada pembaharuan kedalam yaitu menekankan akuntibiltas internal.Unit ini harus mulai diberi kepercayaan dan keleluaasaan untuk menilai pengalokasian dan pemanfaatan dana yang optimal. Termasuk mengadakan hubungan kerja dengan pihak luar melalui manajernya dalam rangka mencari dana dan memupuk dan untuk kepentingan organisasi.

  1. Fungsi Manajemen Informasi

Sudah lama sekali informasi dan data dipandang sebelah mata oleh para birokrat di sector public.Padahal, semua keputusan seorang manajer baik berkenaan dengan perencanaan, budgeting, pengembalian keputusan, pengembangan unit-unit organisasi, pengendalian dan koordinasi, sangat membutuhkan data daan informasi.

 

Oleh karena itu, jenis, intensitas, kualitas, dan penyajian, penyimpanan, dan pemanfaatan data harus menjadi harus menjadi pusat perhatian utama dalam unit yang seringkali dikenal dengan unit data atau pengolahan data.

 

Perlu dibahas secara komprehensif pada prmulaan tahun : siapa membutuhkan data apa, dalam bentuk atau format seperti apa, dan kapan dipersiapkan. Unsur”siapa”menunjukan unit-unit dan pimpinan unit yang membutuhkan.Data”apa” menunjkkan jenis-jenis dan variasi data yang dibutuhkan. Perlu diatur juga dalam manajemen informasi ini yaitu suatu aspek yang berkenaan dengan SDMnya.Banyak pegawai yang ditempati disini tetap tidak meimiliki kemampuan untuk melakukan pengelolaan data secara baik.

 

 

  1. Fungsi Manajemen Hubungan Luar

Hubungan luar selama ini Nampak kurang diperhatikan.Jarang para manajer public melihat hubunga luar khususnya dengan masyarakat merupakan hubungan yang harus dikelola sama baiknya dengan dimensi keuangan, SDM, data,dsb.

 

Tujuan mengelola hubungan luar tersebut adalah terbentuknya suatu network yang sehat dimana semua yang terlihat dapat merasakan kepuasan bersama.Apabila tugas ini dilaksanakan dengan baik, maka tugas manajer sangat efektif.Ia, akan mengusulkan program atau proyek yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Dan ia juga harus mengatur hubungan dengan pihak-pihak LSM dan swasta yang memberikan kemungkinan untuk kerjasama dalam bidang-bidang tertentu.

 

  1. Beberapa Isu Penting
  1. Isu Pelibatan Sektor Swasta dan Masyarakat

Sebagai impilkasi dari reformasi administrasi public yang memusatkan perhatian pada prinsip Reinventing Government atau New Pubkic Management,pemerintah disarankan untuk melibatkan sector swasta dan masyarakat dalam pelayanaan public seperti antara lain pelayanan persampahan atau kebersihan kota, air minum, pendidikan dan kesehatan, transportasi,dsb.Peran pemerintah dalam pelayanan tersebut disarankan sebagai pemberi arah dan penentu kebijakan dan standard pelayanan, juga sebagai fasilitator dan pemberdaya. Saran ini nampaknya sangat ideal karena sesuai dengan jiwa “civil society” dimana ketiga pilar utama itu yaitu pemerintahan swasta dan masyarkat dapat sama-sama berperan aktif.

 

Sementara masalah keterlibatan sector swasta dan masyarakat dalam pelayanan public masih menimbulkan polemic, warga masyarakat pelanggan, ataupun klien sebagai penerima pelayanan public terus mengeluh tentang pemberian pelayanan public.

 

Sebaiknya pemerintah memfokuskan diri kepada peningkatan profesionalisme atau profesionalisasi pelayanan public ditubuhnya.

 

  1. Isu”Acountable Management”

“Accountable Management”(AM) mmerupakan suatu konsep yang menggambrkan pembaharuan di bidang manajemen public dimana para manajer dan intuisi dituntut akuntabel terhadap spesifikasi tugas pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi, pengukuran kinerja, system pengorganisasian dan pengontrolan sumberdaya yang digunakan, system monitoring dan evalasi, serta sangsi dan insentifnya.

 

Dalam konsep ini terdapat dua sisi akuntibiltas yang sama-sama penting, yaitu pertama akuntibilitas organisasi dan akuntibiltas individual.Akuntibilitas organisasi berkenaan dengan tingkat transparani dari keberhasilan atau kegagalan yang dicapai organisasi.Akuntibilitas Individual berkenaan dengan “personal responsibility”terhadap pencapaian hasil.

 

Berikut akan dijelaskan secara singkat isu-isu strategis yang berkaitan dengan masing-masing elemen AM:

  1. Kompetensi standard dalam tugas pekerjaan

Suatu orgaanisasi seharusnya memiliki visi dan misi, serta gambaran tentang strategi yang jelas.Organisasi ini harus berjalan dengan dituntun oleh rencana strategisnya.Dari kegiatan pokok inilah bebagai tugas dan fungsi dirumuskan.

  1. Pengukuran Kinerja

Setiap individu yang bekerja dan organisasi yang beroprasi pasti berorientasi pada visi,tujuan dan sasaran tertentu.Organisasi pasti mengetahui apa yang diharapkan para customer atau klien selama waktu tertentu sebagaimana tergambar dalam visi dan misi organisasinya.

 

Secara normative, suatu organisasi pelayanan public seharusnya melakukan pengukuran kinerja secara komprehensif dengan menggunakan parameter seperti :Efisiensi,efektivitas, dan kualitas,(lihat Martin & Kettner,1996), atau ditambah dengan parameter lain seperti economy,equity,sustainability, relevance, responsiveness accountability dan contro( (poliit,Birchal and Putman,1998:10-13)

 

 

  1. Pengorganisasian dan Pengontrolan Sumberdaya

Sumberdaya yang digunakan suatu organisasi pelayanan public terdiri atas manusia dan non manusia.Sumberdaya manusia meliputi aspek kuantitas dan kualitasnya,sedangkan non manusia berkenaan dengan dana,sarana,dn fasilitas yang dimiliki,informasi, dan hubungan luar.Sumberdaya ii digunakan oleh organisasi dalam rangkaian kegiatannya untuk mencapai tujuan.Masalah yang dihapao adalah system rekruitmn dan penempatan yang sangat memprihartinkan,para manajer jarang melakukan penataan.

 

  1. Sistem Monitoring dan Evaluasi

Di tanah air kita,pemanfaatan monitoring dan evaluasi sebagai fungsi manajemen masih belum optimal.Disebabkan kebanyakan laporan yang dibuat berdasarkan monitoring dan evaluasi bersifat administrative.

 

  1. Sistem Insentif dan Disinsentif

Di Indonesia insentif yang diberikan dinili sangat rendah, bahkan sebagai salah satu yang terendah di Asia Tenggara.Lalu,penerepannya sisten disinsentif dimana penerapanya kurang atau tidak dilakukan secara tegas.Gaji para pegawai meskipun telah dinaikan berkali-kali sudah dinaikkan,tetapi bersamaan juga dengan kenaikan haarag barang khususnya barang-barang pokok,maka dari itu banyak pegawai tertentu untuk ikut mencari nafkah diluar.

 

  1. Isu Komitmen dan Profesionalisme

Pemikiran Henry Mintzberg (1996) tertang paradigma manajemen public maka yang berlaku selama ini adalah model mesin dan bukan model control-normatif.Model mesin sudah harus ditinggalkan, dan komitmen manajer sebagaimana dituntut oleh model control normative harus menjadi focus utama karena akan menjadi kunci keberhasilan”accountable management”.Dalam kenyatan pelayanan public di tanah air dapat kita lihat sendiri betapa komitmen pemberi pelayanan public sangatlah besar,Karena itu yang harus berkomitmen adalah para manajernya,mulai dari tingkat yang tertinggi sampai tingkat terendah.

 

Manjernya  yang professional adalah manajer yang melaksanakan pekerjaannya dengan menggunakan prinsip-prinsip keilmuwan,dan pengalamanya,serta memperhatikan kebutuhan para penerima pelayananya dan etika profesinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 5

 DIMENSI ORGANISASI

 

  1. Pendahuluan

Dimensi organisasi berkenaan dengan siapa atau kelompok mana yang harus mengimplementasikan atau mengerjakan apa yang telah diputuskan. Aspek pertama adalah pembagian tugas, fungsi, dan tanggungjawab dalam bekerja baik secara vertical maupun horizontal. Aspek kedua adalah apakah pihak yang mengerjakan pekerjaan tersebut mampu atau memiliki kompetensi yang memadai. Aspek ketiga adalah apakah ada keseimbangan antara otoritas dengan kemampuan dalam mengerjakan tugas itu.

 

  1. Batasan dan Ruang Lingkup

Pentingnya struktur organisasi maka teori organisasi seringkali dilihat sebagai suatu disiplin yang mempelajari struktur dan desain organisasi, baik dalam aspek deskripsi maupun preskripsi. Tujuan dari teori tersebut adalah mengetahui bagaimana sebenarnya struktur itu dibuat, bagaimana dampaknya terhadap kinerja organisasi dan individu, serta memberikan saran bagaimana organisasi-organisasi tersebut memperbaiki strukturnya.

 

  1. Perubahan Paradigma

Di dalam teori organisasi, terdapat beberapa pola atau “blueprint” yang berkembang, yaitu :

  1. Paradigma klasik (first blueprint), suatu organisasi yang berorientasi kepada efisiensi tinggi. Prinsip spesialisasi, sentralisasi, dan formalitas sangat ditekankan disini. Aliran ini dikritik karena memperlakukan anggota organisasi bukan sebagai manusia tetappi sebagai mesin.
  2. Paradigma human (second blueprint), manusia telah dianggap sebagai makhluk sosial yang dapat membentuk sendiri kelompok-kelompok informal sesuai dengan keinginannya, dan ingin bekerja pada kondisi kerja yang menyenangkan.
  3. Paradigma sistem (third blueprint), dalam blueprint ini dipersoalkan dua sistim organisasi, yaitu “mechanistic system” yang melihat struktur organisasi yang formal dan cenderung hirarkis. Sedangkan “organic system” yaitu bersifat organik lebih menitikberatkan perhatian pada orang bukan tugas.
  4. Paradigma kolaborasi (fourth blueprint), yang menjadi pusat perhatian utama dari paradigma ini adalah pembenahan hubungan di dalam organisasi dan pengembangan network dengan organisasi lain.

Perubahan paradigma dalam organisasi dapat dilihat dari paradigma birokrasi dan oleh post birokrasi.

 

  1. Desain Struktur Organisasi

Desain organisasi adalah suatu proses yang berkenaan dengan bagaimana aktivitas-aktivitas organisasi distrukturkan atau dituangkan dalam suatu bentuk struktur, dengan tujuan membantu manajer untuk dapat mencapai tujuan secara efisien dan efektif. Yang dikembangkan dalam desain organisasi adalah :

  1. Hirarki dari tujuan organisasi
  2. Konsep pembagian kerja
  3. Sistim koordinasi dan kontrol

Sedangkan struktur organisasi menunjukan pola interaksi antara anggota organisasi, yang dapat dibedakan menjadi :

  1. Bentuk birokratik atau mekanistik memiliki karakteristik sbb :
  2. Ada pembagian departementasi fungsional
  3. Fungsi lini dan staff
  4. Hirarki otoritas
  5. Rentang kendali
  6. Bentuk datar atau piramidal/tinggi
  7. Berlaku aturan yang birokratis

Kelemahannya adalah lamban dalam merespons pengaruh yang datang dari luar atau lingkungan, serta karena adanya departementasi, dan hirarki serta bentuk yang piramidal, maka bentuk ini jelas menghambat efisiensi.

Kelebihannya adalah dilakukannya spesialisasi, tugas pokok yang jelas, garis komando yang jelas dan tegas, dan mudah dipahami atau dimengerti.

  1. Bentuk linking-pin, dibuat untuk memungkinkan anggota organisasi berpartisipasi pada semua tingkatan. Untuk mensukseskan tujuan organisasi maka seorang manajer harus menggunakan tiga prinsip utama yaitu prinsip hubungan yang bersifat supportif, penggunaan kelompok pengambilan keputusan, dan penciptaan tujuan dengan kinerja yang tinggi.
  2. Desain struktur yang berbentuk proyek sangat bersifat fleksibel dan tidak permanen. Desain ini mampu mengurangi kompleksitas lingkungan sampai pada level yang dapat dikelola, juga memungkinkan para spesialis fungsional berinteraksi dan berpartisipasi.
  3. Desain struktur yang bersifat matriks, setiap individu akan diberi otoritas dan tanggung jawab proyek, tetapi tetap dalam divisinya. Lalu ada bentuk lain yang merupakan bagian dari bentuk matriks yang disebut sebagai committee organization. Bentuk ini biasanya diciptakan untuk kepentingan khusus misalnya memecahkan masalah tertentu dalam masyarakat. Menurut  Henry Mintzberg dalam suatu organisasi terdapat lima bagian dasar atau elemen penting, yaitu :
  • The operating core
  • The strategic apex
  • The middle line
  • The technostructure
  • The support staff
  1. Struktur sederhana

Bentuk ini digunakan bila suatu organisasi memiliki tingkat kompleksitas dan formalisasi yang rendah, dan otoritasnya terpusat pada seorang eksekutif senior, atau dalam perusahaan swasta terpusat pada pemilik.

 

  1. Struktur Birokrasi Mesin

Bentuk ini digunakan apabila spesialisasi/differensiasi, formalisasi dan sentralisasinya tinggi, tetapi lingkungan bersifat sederhana dan stabil.

  1. Struktur Birokrasi Profesional

Bentuk ini mengkombinasikan standardisasi dan desentralisasi, karena tugas yang dijalankan menuntut standardisasi yang tinggi sekaligus keleluasaan untuk melakukannya.

 

  1. Struktur Divisi

Kekuasaan dalam struktur divisi dipegang oleh manajemen tengah (middle management). Setiap manajemen tengah berfungsi sebagai unit otonom dimana setiap unit tersebuat bertindak sebagai mesin birokrasi bagi dirinya.

 

  1. Struktur Adhocracy

Adhocracy adalah suatu bentuk struktur yang digunakan bila defferensiasi horisontalnya tinggi, differensiasi vertikalnya rendah, tingkat formalisasinya rendah, kebutuhan akan fleksibilitas dan responsivitas tinggi, serta pengambilan keputusan bersifat desentralistis. Karena mempekerjakan para ahli maka kebutuhan akan supervisi sangat kecil, yang berarti bentuk ini tidak membutuhkan differensi vertikal yang tinggi.

 

  1. Kaitan Antara Desain Struktur dengan Pola Manajemen
  1. Tingkat Differensiasi

Tingkat differensiasi menunjukan sampai seberapa besar jumlah unit yang dibutuhkan dan spesialisasi apa saja yang dibutuhkan dalam organisasi. Differensiasi dibedakan atas differensiasi horizontal dan vertikal. Differensiasi horizontal berkenaan dengan jumlah unit ke samping yang dibutuhkan, sedangkan differensiasi vertikal berkaitan dengan jarak ke atas mulai dari posisi yang paling rendah ke yang paling tinggi.

 

  1. Tingkat Formalisasi

Tingkat formalisasi berkenaan dengan standardisasi, prosedur kerja, dan aturan serta norma-norma formal yang ditetapkan untuk dipatuhi dalam melaksanakan pekerjaan.

  1. Tingkat Dispersi Otoritas

Dispersi otoritas berkenaan dengan bagaimana mengatur pembagian kewenangan untuk memutuskan atau mengambil keputusan tentang suatu masalah. Ada dua kemungkinan yang terjadi dari dispersi otoritas, yaitu desentraliasi dan sentralisasi.

 

  1. Efektivitas Organisasi

Suatu organisasi dapat dikatakan efektif kalau tujuan organisasi atau nilai-nilai sebagaimana ditetapkan dalam visinya tercapai. Nilai-nilai ini merupakan nilai-nilai yang telah disepakati bersama antara para stakeholders dari organisasi yang bersangkutan.

 

  1. Beberapa Isu Penting

Isu yang sangat populer di setiap organisasi publik saat ini adalah merebaknya gejala “Parkinson”. Seorang pejabat terus mengangkat jumlah bawahannya meskipun beban kerja relatif tetap, sebagai perwujudan kekuasaannya. Hal ini tentunya merugikan beban anggaran negara karena telah terjadi pemborosan yaitu mempekerjakan orang-orang yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

Isu kedua berkenaan dengan penentuan jabatan/posisi. Seringkali, penentuan suatu jabatan atau posisi tidak didasarkan atas kebutuhan riil, tetapi atas pertimbangan berapa orang atau siapa saja yang harus diberi perhatian khusus.

Isu lain yang juga sangat populer, yaitu menempatkan orang yang tidak sesuai dengan kompetensi atau spesialisasinya.

Suatu isu menarik yang sering muncul ke permukaan adalah isu tentang penentuan struktur organisasi. Seringkali kehadiran suatu struktur serta jabatan lebih bersifat politis, lebih didasarkan pada muatan kepentingan, dari pada kebutuhan riil.

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 6

DIMENSI ETIKA

 

  1. Pendahuluan

Dimensi Etika dianalogoikan sebagai sistem sensor dalam administrasi publik dan merupakan dimensi strategis karena mampu mempengaruhi terhadap dimensi-dimensi lain dalam administrasi publik serta tercapainya tujuan suatu organisasi.

Menurut Herbert A. Simon, Harold Lasswell dan Chester Barnard juga menyimpulkan bahwa para pejabat administrator dalam mengeluarkan keputusannya berdasarkan pertimbanagn diluar rasionalitas yaitu didasarkan atas faktor sosial dan psikologis bukan berdasar aspek ekonomi atau efisiensi sehingga berdampak kepada keputusan yang mereka buat.

Isu etika menjadi sangat vital dalam administrasi public karena adanya keleluasan dan dikresi kepada para eksekutif. Isu tersebut jauh lebih kompleks dalam kenyataan daripada sekedar kesalahan dan kebodohan yang dibuat manusia. Dikresi  administrasi menjadi “starting point” bagi masalah moral atau etika dalam dunia administrasi publik. Selanjutnya, masalah moral atau etika jauh lebih memprihatinkan dan lebih fatal akibatnya daripada kekeliruan manusia yang dilakukan dalam pemerintahan.

Tingkat moral atau etika menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi dalam pencapaian hasil, karena etika dapat menjadi faktor yang mensukseskan ataupun sebaliknya menjadi pemicu kegagalan suatu tujuan kebijakan. Disisi lain upaya perbaikan moralitas dalam kebijakan, organisasi, dan manajemen dapat membantu penghematan  biaya dalam bidang administrasi publik dan pembangunan.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Batasan dan Ruang Lingkup
  • Pengertian konsep Etika:
  1. Bertens

Etika : Kebiasaan, adat atau akhlak dan watak

  1. Aristoteles

Etika : Ilmu tentang adat kebiasaan

  1. KUBI (Purwadinata)

Etika : Ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak (moral)

 

  1. KBBI

Etika :

  1. Ilmu tentang apa yang baik dan buruk serta tentang hak dan kewajiban moral
  2. Kumpulan nilai yang berkenaan dengan akhlak
  3. Nilai yang mengenai benar atau salah yang dianut dalam suatu masyarakat

 

  • Tiga arti penting Etika (bertens):
  1. Sistem Nilai
  2. Kode Etik
  3. Filsafat Moral

 

  • Dalam uraian diatas Bertens menyimpulkan bahwa Etika berbeda dengan Etiket

Etika : Menggambarkan norma tentang perbuatan itu sendiri, yaitu apakah suatu                     perbuatan itu boleh dilakukan atau tidak. Contoh: mengambil barang milik orang lain

Etiket : menggambarkan suatu perbuatan itu dilakukan manusia dan berlaku dalam lingkup    tertentu saja. Contoh : Budaya berpakaian, Budaya makan, dst

 

 

  • Secara umum nilai moral nampak dalam enam nilai besar (Six Great Ideas):
  1. Nilai kebenaran (truth)
  2. Nilai kebaikan (goodness)
  3. Nilai keindahan (beauty)
  4. Nilai kebebasan (liberty)
  5. Nilai kesetaraan (equity)
  6. Nilai keadilan (justice)

 

Disisi lain juga terdapat Nilai Muatan Lokal, yaitu nilai yang wajib diikuti seperti:

  • Keteladanan yang baik
  • Rasa empati yang tinggi
  • Memiliki agama yang jelas
  • Bertakwa, dsb

 

 

  1. Perubahan Paradigma
  • Menurut Chandler & Plano, Etika memiliki empat aliran utama:
  1. Empirical Theory

Bahwa etika diturunkan dari pengalaman manusia dan persetujuan umum

Dalam konteks ini penilaian baik atau buruk tidak terpisahkan dari fakta dan perbuatan yang dirasakan.

Contoh: Peperangan

  1. Rational Theory

Bahwa baik atau buruk tergantung reasoning (alasan&logika) yang melatarbelakangi perbuatan, bukan pengalaman.

Dalam konteks ini bahwa logikalah yang memberikan kesimpulan tentang hal yang baik atau buruk.

 

 

 

  1. Intutive Theory

Bahwa etika tidak berdasarkan pengalaman dan logika, tetapi didasarkan atas pemahaman manusia tentang apa yang benar dan salah, apa yang baik dan buruk.

Teori menggunakan hukum moral alamiah atau “natural moral law”

  1. Relevation Theory

Bahwa apa yang benar atau salah berasal dari kekuasaan tuhan

Contoh: Kitab suci

 

Dalam pekembangan pengambilan keputusannya para pejabat administrator berpendapat bahwa keputusan yang dibuat telah didasarkan atas etika dan moral yang benar, sementara yang lain berpendapat sebaliknya. Mereka yang mengutamakan tujuan sebagai penilaian pokok etika, tentu akan berbeda dengan mereka yang mementingkan kewajiban atau aturan yang harus ditaati. Alasan-alasan inilah yang menjadi pusat perhatian dari munculnya aliran-aliran etika atau moral yang berkembang saat ini.

  • Pendekatan aliran-aliran etika
  • yang berkembang selama ini:
  1. Teleologi

Pendekatan ini berkenaan dengan maksud dan tujuan.

Tokoh:

Aristoteles

Tujuan dan maksudlah yang menentukan apakah sesuatu itu hebat atau bermanfaat.

Namun pendekatan ini memperoleh kritikan bahwa sesuatu kegiatan hebat atau berharga ditentukan oleh prinsip-prinsip ilmiah yang digunakan. (scientific revolution)

  1. Utilitarianisme

Pendekatan ini menjelaskan bahwa sesuatu itu etis atau tidak, bukan tergantung terhadap alasan apa yang digunakan tetapi berdasarkan kemampuan menghasilkan kenikmatan.

Tokoh:

  • Jeremy Bentham (The Principles of Moral and Legistasion)

Prinsip etis tidaknya suatu kegiatan tergantung kepada kecenderungan dalam menghasilkan kebahagiaan.

  • Stuart Mill

Kegiatan dianggap benar secara etis tergantung utility atau kegunannya, yaitu menghasilkan kebahagiaan paling tinggi bagi paling banyak orang.

Namun pendekatan ini memperoleh kritikan bahwa bukan kebahagiaanlah yang menjadi ukuran, tetapi juga harus mempertimbangkan hak-hak dasar atau HAM (consequentalists)

  1. Deontologis

Cabang etika yang manekankan compliance dan enforcement (ketaatan dan kesesuaiain) terhadap kewajiban, tugas, tanggung jawab, dan prinsip-prinsip yang harus diikuti.

Tokoh:

Immanuel Kant dan John Rawls (Heichelbech, 2003:339-340)

Pendekatan ini memperoleh kritikan karena lebih menekankan rasionalitas, tidak memperhatikan unsur manusianya.

  1. Virtue Etichs

Pendekatan ini menjelaskan bahwa baik atau buruknya sesuatu tergantung dari integritas, kebaikan, dan hati nurani para pelakunya atau “the excellences of character”.

 

  • Pergeseran paradigma etika (Denhart,The Ethics of Public : 1998):
  1. Model I

Dalam model ini dikatakan bahwa agar menjadi etis seorang admninistrator harus senantiasa menguji dan mempertanyakan standard yang digunakan dalam pembuatan keputusan daripada hanya sekedar tergantung pada kebiasaan dan tradisi.

 

 

  1. Model II

Etika itu harus dipandang sebagai asumsi-asumsi yang menuntun kehidupan dan  pekerjaan kita semua “philosophy of personal and personal living” dan harus memiliki nilai dasar, antara lain kebebasan, kesetaraan, keadilan, kebenaran, kebaikan, dan keindahan.

  1. Model III

Standard etika bisa berubah ketika kita mencapai suatu pemahaman yang lebih baik terhadap standard-standard moral yang absolut.

  1. Model IV

Bahwa agar menjadi etis seorang administrator harus benar-benar memberi perhatian pada proses menguji dan mempertanyakan standard, atau asumsi yang melandasi pembuatan keputusan administratif yang selalu merefleksikan komitmen terhadap nilai-nilai dasar masyarakat.

  1. Model V

Bahwa untuk dapat disebut etis maka seorang administrator harus secara independen masuk dalam proses menguji dan mempertanyakan standard-standard yang digunakan dalam pembuatan keputusan.

  1. Model VI

Bahwa antara administrator, organisasi, dan etika terdapat hubungan penting dimana etika para administrator justru sangat ditentukan oleh konteks organisasi dimana ia bekerja.

  • Tiga hal pokok yang menarik perhatian dalam paradigma, yaitu:
  • Proses menguji dan mempertanyakan standard etika dan asumsi, secara independen.
  • Isi standard etika yang seharusnya mereflesikan nilai-nilai dasar masyarakat dan perubahan standard tersebut, baik sebagai akibat dari penyempurnaan pemahaman terhadap nilai-nilai dasar masyarakat, maupun sebagai akibat dari munculnya masalah-masalah baru dari waktu ke waktu.
  • Konteks organisasi dimana para administrator bekerja berdasarkan tujuan organisasi dan peranan yang dimainkan mereka, yang dapat mempengaruhi otonomi mereka dalam beretika.

 

  1. Aplikasi Etika dan Moral
  • Aplikasi etika dan moral dapat dilihat dari Kode Etik yang dilmiliki oleh administrator publik.
  • Kehadiran kode etik tidak hanya sekedar ada, tetapi juga diimplementasikan dalam bekerja.
  • Dan bukan muncul secara tiba-tiba, tetapi semua nilai (nilai moral dan etika) yang terdapat dalam Kode Etik dikaji dalam waktu yang lama dan didukung oleh diskusi serta dialog yang tidak pernah berhenti.

 

  1. Beberapa Isu Penting

Didalam dunia administrasi publik terdapat dua isu penting:

  1. Isu Etika

Menurut Denis Thompson (Shafritz & Hyde, 1997), didalam administrasi publik ada dua isu etika:

  1. Etika Netralis

Menuntut seorang administrator untuk netral, artinya menerapkan prinsip etika sesuai dengan kebijakan organisasi dan tidak boleh menerapkan prinsip etika yang dianutnya.

  1. Etika Struktur

Bahwa organisasi atau pimpinan organisasilah yang bertanggungjawab atas semua keputusan dan kebijakan yang dibuat, dan bukan individu atau aparat.

 

  1. Isu Norma

Didalam isu norma terdapat dua isu:

  1. Norma bersifat absolut

Norma ini cenderung diterima dimana-mana “universal rules” dan terpelihara sampai saat ini yang berfungsi sebagai penuntun perilaku dan standard pembuatan keputusan.

Sumber : Ajaran agama dan Filsafat hidup.

  1. Norma bersifat relatif

Bahwa nilai-nilai yang bersifat universal itu baru dapat diterima sebagai sesuatu yang etis bila diuji dengan kondisi dan situasi tertentu.

Contoh : Berbohong demi kebaikan, menceritakan kebenaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB VII

DIMENSI LINGKUNGAN

 

 

  1. Pendahuluan

 

            Dinamika atau perubahan dimensi internal aadministrasi publik seperti kebijakan, menejemen, organisasi, moral, etika, dan kinerja dalam administrasi publik sangat dipengaruhi oleh dimensi administrasi publik yaitu lingkungan.Saran para pakar adalah adaptasi administrasi publik sesuai dengan situasi dan kondisi lingkungan Negara.

 

  1. Batasan Dan Ruang Lingkup

Lingkungan diartikan sebagai semua factor yang berada diluar organisasi. Cakupan lingkungan ini adalah lingkungan umum (general environment) yang mempengaruhi organisasi secara tidak langsung dan lingkungan khusus (specific environment) yang memiliki pengaruh yang langsung terasa.Ruang lingkup lain disingkat PEST ( Politik, Ekonomi, Sosial, dan Teknologi).

Menurut katz dan khan organisasi terdiri dari 5 aspek yaitu nilai masyarakat, lingkungan politik, lingkungan ekonomi, lingkungan teknologi, dan lingkungan geografis. Ada juga pendapat jika lingkungan yang dapat mempengaruhi organisasi adalah kecenderungan global, perubahan moneter, inflasi, hubungan dengan Negara lain, perubahan pasar, teknologi, muncul industry baru, peningkatan kesejahteraan konsumen, perubahan sikap masyarakat, control pemerintah, tekanan serikat pekerja dll.

 

  1. Pergeseran Paradigma

 

            Terdapat dua paradigma umum tentang organisasi dan lingkungan. Pertama dikenal sebagai sistem tertutup, yang menggambarkan interaksi yang terbatas dari organisasi terhadap lingkunganya sehingga apa yang dikerjakan organisasi tidak terpengaruh lingkungan. Kedua adalah sistem terbuka, yaitu menggambarkan interaksi yang intensif antar organisasi dan lingkungan sehingga apa yang dikerjakan organisasi sangat di dikte lingkungan.

 

Berikut cirri sistem terbuka:

  • Kesadaran lingkungan yang menunjukan adanya interdendensasi antar organisasi dan lingkungan.
  • Secara berkesinambungan organisasi menerima informasi dari lingkungan dan menyesuaikan diri.
  • Selalu terjadi siklus antar input atau output dan lingkungan lalu kembali ke input.
  • Kecenderungan memperbaiki dirinya memelihara struktur dan dapat bertumbuh karena memiliki kemampuan berenergi kembali.
  • Kondisi yang selalu mantap.
  • Gerakan yang selalu mengarah pada pertumbuhan dan ekspansi.
  • Keseimbangan menjaga diri dan kegiatan yang bersifat adaptif.
  • Dapat mencapai kondisi akhir yang sama meski kondisi awal berjalan berbeda.

 

 

  1. Karakter Lingkungan

 

            Ada dua karakter penting dari lingkungan yaitu turbulence yang berkenaan dengan sifat lingkungan mengalami perubahan yang kacau balau tapi tetap stabil dan munificient yang berkenaan dengan sifat lingkungan yang mengalami tingkat kelangkaan sumberdaya penting. Ada juga pembagian lain menurut Gregorry G Dess dan Donald W Beard yaitu menurut dimensi kemampuan, dinamika, dankompleksitas.

 

  1. Mengenal Lingkungan

 

            Upaya pengenalan lingkungan telah banyak dilakukan dalam kajian ilmu strategic menegement dan strategic planning. Environment scanning adalah salah satu teknik untuk mmbaca karakter lingkungan apakah lingkungan akan member peluang atau ancaman. Teknik lain seperti forecasting, market analysis, stakeholders analysis dsb juga bisa diterapkan untuk memperoleh gambarab tentang kondisi pengaruh eksternal terhadap organisasi.

 

  1. Wujud Adaptasi Terhadap Lingkungan

 

            Dalam literature ini kita mengenal adanya strategi kompetisi yang dilakukan bila lingkungan mengalami kelangkaan sumberdaya dan organisasi ingin memperebutkan sumber daya yang langka tersebut dan strategi kooperasi dimana bila kompetisi sudah mengarah pada hubungan yang tidak sehat kemudian kompetitor memutuskan membagi sumberdaya langka tadi.

Robbins menggambarkan bahwa dalam menghadapi lingkungan yang besifat sangat tidak menentu, organisasi akan mengatur struktur lebih kompleks yaitu menciptakan unityang lebih khususdalam jumlah yang lebih besar dan lebih banyak mengaplikasikan spesialisasi.

 

Kesimpulan dari pendapat Robbins:

  • Efek lingkungan terhadap organisasi merupakan fungsi dependensi.
  • Lingkungan dinamis berpengaruh lebih besar terhadap perubahan struktur daipada lingkungan statis.
  • Semakin tidak menentu lingkungan maka semakin kompleks organisasi.
  • Semakin tinggi ketidakmenentuan lingkungan maka semakin rendah tingkat formalitas.
  • Semakin kompleks lingkungan semakin tinggi tingkat desentralisasi.
  • Lingkungan yang tidak ramah akan menuntut sentralisasi yang temporer.

 

Pengaruh lingkungan yang berasal dari stakekholders karena organisasi adalah sistem sosial yang merupakan:

  • Kumpulan stakeholder internal maupun eksternal.
  • Setiap stakeholder memiliki sifat khas.
  • Yang memiliki networks antara satu sama lain.
  • Perubahan strategi akan menggeser hubungan antar stakeholders.
  • Hubungan antar setiap stakeholder dapat bermacam macam.
  • Kondisi organisasi terakhir merupakan gambaran terakhir stakeholdernya juga.

 

 

 

 

  1. G. Beberapa Isu penting

 

  1. Ke Khasan Situasi dan Kondisi Indonesia

 

Kondisi yang ada di Indonesia ditandai oleh:

  • Situasi politik dan budaya masyarakat menjadi khas karena perjalanan sejarah.
  • Birokrasi Indonesia yang cenderung menolak perubahan jika menerima hanya sebatas kamuflase.
  • Negara dengan situasi geografis yang kompleks sehingga menuntut pelayanan publik yang kompeks juga.

 

  1. Penerapan Teori Dan Strategi Administrasi Publik Dari Barat

 

Para pakar dari Negara maju mengusulkan untuk meninggalkan paradigma tradisional dengan variasi nama antara lain menegerialism, new public menegement, market based public administration, entrepreneurial government dan post bureucrtic paradigm.

 

Sementara itu dalam model baru menejemen publik lebih fleksibel, berorientasi pada pasar dan hasil, pemerintah lebih berperan sebagai fasilitator, hubungan pemerintah dan masyarakat lebih akrab,dan menejemen sebagai fungsi utama pemerintah lebih dipengaruhi politik atau wakil yang berkepentingan dalam mayarakat.

 

Dalam kaitanya dengan paradigma tradisional Osbome dan Plastrik bahkan menyarankan memangkas birokrasi menjadi lima strategi yaitu:

  • STRATEGI INTI. Menjelaskan apa yang harus dipertanggung jawabkan pemerintahan.
  • STRATEGI KONSEKUENSI. Menentukan agar organisasi pemerintahan tetap bertanggung jawab.
  • STRATEGI PELANGGAN. Memusatkan perhatian kepada siapa organisasi pemerintahan bertanggung jawab.
  • STRATEGI PENGENDALI. Mengatur siapa yang akan bertanggung jawab.
  • STRATEGI BUDAYA. Membantu aparat pemerintahan menginternalisasikan pertanggungjawaban mereka.

 

Barzelay berpendapat ;ain, ia mengusulkan agar pemerintah harus menciptakan hubungan kerja agar dapat mengurangi pengaruh negative hirarki dan mnyuntik akuntabilitas masuk ke dalam tubuh birokrasi.

 

Masalahnya lingkungan Indonesia yang mencanangkan strategi sentralisasi seakan dipaksakan. Lalu diinisiatifkan untuk segera membentuk otonomi daerah. Walaupun mengalami banyak hambatan namun desakan akan otonomi daerah tetep disuarakan hingga akhirnya dikeluarkan UU No. 22 Tahun 1999 dan dilengkapi dengan UU No. 25 Tahun 1999 tentang perimbangan keuangan pusat dan daerah.

 

 

 

 

  1. Penerapan Teori Dan Strategi Pembangunan Dari Luar Negeri

Salah satu definisi pembangunan dalam sebuah literature menyatakan bahwa pembangunan adalah proses perubahan yang dirancang secara sistematis untuk mewujudkan suatu kondisi yang lebih baik. Menurut paradigma modernisasi yang baik itu adalah yang sesuai dengan apa yang dimiliki Negara barat yang sudah modern.

 

Kemudian muncul ide segar yang dilontarkan David Korten tentang pembangunan yang People Centered dimana semua upaya pembangunan hendaknya menyentuh aspek manusia menjadi subjek pembangunan yang berkualitas tinggi.

 

Perilaku manusia dalam mengembangkan kemampuanya sangat tergantung lingkungan. Manusia juga harus mendapat kemerdekaanya baik dalam menentukan tujuan pembangunan maupun cara pencapaian tujuan tersebut. Pembangunan dilakukan dalam beberapa strategi yang antara lain seperti strategi pertumbuhan, stabilitas, pemerataan, keberlanjutan, kualitas manusia dan pemberdayaan. Dalam pelaksanaan strategi ini dikombinasikan bersamaan sesuai kepentingan.

 

Agenda pembangunan nasional pun menekankan pada pembangunan kualitas manusia. Karena apabila manusianya berkualitas maka partisipasinya dalam pembangunan di sector lain akan lebihbaik

.

  1. Penerapan Capacity Building: Strategi Baru Atau Masalah Baru?

Capacity building merupakan strategi yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, efektifitas, dan responsivitas dalam rangka kinerja pemerintah dengan memusatkan perhatian pada dimensi pengembangan SDM, penguatan organisasi, dan reformasi kelembagaan dengan perhatian ke pengadaan personel professional dan teknis.

 

Aktivitas yang dilakukan adalah menata sistem insentif, pemanfaatan personel yang ada, kepemimpinan, komunikasi, dan struktur menejerial. Dan dengan reformasi kelembagaan perlu diberi perhatian terhadap perubahan sistem dan institusi yang ada serta pengaruh struktur makro.

 

Berikut dimensi peningkatan kemampuan menurut A. Fizbein:

  • Kemampuan tenaga kerja.
  • Kemampuan teknologi yang diwujudkan dalam bentuk organisasi atau kelembagaan
  • Kemampuan capital yang diwujudkan dalam bentuk dukungan sumberdaya, sarana dan prasarana.

 

Sedangkan menurut D. Eade dimensi peningkatan kemampuan hanya menekankan pada individu, organisasi dan network.

 

World bank memfokuskan peningkatan kemampuan pada:

  1. Pengembangan SDM khususnya pelatihan, rekruitmen, pemanfaatan dan pemberhentian tenaga kerja professional, menejerial serta teknis.
  2. Organisasi yaitu pengaturan struktur, proses, sumberdaya, dan gaya menejemen.
  3. Jaringan kerja interaksi organisasi yaitu kordinasi kegiatan organisasi, fungsi jaringan kerja, dan interaksi formal maupun informal.
  4. Lingkungan organisasi yaitu aturan tentang pelayanan publik, tanggung jawab, dan kekuasaan lembaga Negara, kebijakan yang menghambat tugas pembangunan serta dukungan anggaran Negara.
  5. Lingkungan kegiatan yang luas yang mencakup factor politik, ekonomi dan kondisi lain yang mempengaruhi kinerja.

 

Sementara UNDP memfokuskan pada beberapa dimensi:

  • Tenaga kerja yaitu kualitas dan cara pemanfaatan SDM.
  • Modal yaitu menyangkut peralatan dan bahan yang diperlukan.
  • Teknologi yaitu organisasi, gaya menejemen, fungsi perencanaan, pembuatan keputusan, pengendalian serta evaluasi dan sistem informasi menejemen.

 

Dan United Nation memusatkan pada:

  1. Mandate atau struktur illegal.
  2. Struktur kelembagaan.
  3. Pendekatan menejerial.
  4. Kemampuan organisional yang teknis.
  5. Kemampuan fiscal lokal.
  6. Kegiatan program.

 

Pengembangan kelembagaan merupakan rencana strategis agar lembaga pemerintah mampu:

  1. Menyusun rencana strategis agar organisasi memiliki visi yang jelas.
  2. Memformulasikan kebijakan dengan menekankan keefisiensian dan keefektifan.
  3. Menjamin organisasi untuk menjamin efektivitas dan efesiensi, tingkat desentralisasi serta otonomi yang lebih tepat.
  4. Melaksanakan tugas menejerial agar lrbih efektif, efisien, fleksibel, adaptif dan mampu berkembang.

 

Bila dicermati pendapat tadi maka capacity building sebenarnya berkenaan dengan strategi menata input dan proses dalam mencapai output maupun outcome serta menata feedback untuk melakukanperbaikan di tahap berikutnya. Namun capacity building dipersepsikan sebagai kegiatan proyek sehingga hasilnya tidak berbeda dengan proyek lain.

 

  1. Prinsip Good Governance: Berpotensi Sebagai Paradigma Palsu

 

Governance merupakan terminology sebagai pengganti government yang menunjukan otoritas politik ekonomi dan administrasi dalam mengelola masalah kenegaraan. Perubahan peran pemerintah pemberi pelayanan menjadi dan perubahan kepemilikan yaitu dari milik Negara ke milik rakyat dengan pusat perhatian perbaikan inerja dan kualitas.

 

 

 

 

 

 

 

Indicator tekanan good governance:

  • Demokrasi, desentralisasi, dan peningkatan kemampuan pemerintah.
  • Hormat pada HAM dan kepatuhan terhadap hukum yang berlaku.
  • Partisipasi rakyat.
  • Efesiensi, akuntabilitas, transparansi dalam pemerintahan dan administrasi publik.
  • Penggunaan anggaran militer.
  • Tata ekonomi yang berorientasi pasar.

 

Dan World Bank mengemukakan indicator lainya :

  • Akuntabilitas politikdengan menguji tingkat penerimaan masyarakat terhadap kepemimpinan seorang eksekutif dengan menetapkan sistem pemilihan dan batas waktu jabatan.
  • Bebas berkumpul dan partisipasi seperti bidang keagamaan, asosiasi profesi, relawan dan media.
  • Jaminan terhadap hukum.
  • Akuntabilitas birokrasi.
  • Ketersedian validitas dan analisis informasi.
  • Menejemen sector publik yang efektif dan efisien.

 

Perhatian terhadap nilai lain masih belum memuaskan seperti akuntabilitas birokrasi, transparansi dalam pengambilan keputusan, perlakuan hukum dan kemampuan untuk menjalankan fungsi pemerintah dan formulasi kebijakan.

 

Program tersebut menjadi bisnis internasional yang tidak mampu mengubah tradisi yang ada, pola pikir dan perilaku birokrasi, waktunya juga sangat singkat apalagi diinstitusionalkan menggunakan sistem proyek.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 8

         DIMENSI KINERJA      

 

  1. Pendahuluan

Perwujudan dan komitmen yang nyata dari akuntabilitas publik tersebut hanya ditunjukan dalam bentuk kinerja, termasuk di dalamnya kinerja program, institusi, dan aparat pemerintah.

Dengan diberlakukannya UU Nomor 22 Tahun 1999 atau otonomi daerah, adanya tuntutan   reformasi melalui gerakan Reinventing Government atau Good Governance, dan melihat kondisi standar evaluasi yang ada selama ini serta absennya upaya yang jelas untuk memperbaikinya, maka kebutuhan untuk membangun dimensi kinerja menjadi sangat mendesak.

  1. Batasan dan Ruang Lingkup

Menurut Chandler dan Plano, akuntabilitas merupakan suatu kondisi dimana seorang yang menggunakan otoritas atau kekuasaan dapat dihambat oleh instrumen eksternal dan norma-norma internal.

  1. Batasan “Kinerja”

Pemahaman kinerja lebih ditekankan pada pelaksanaan pekerjaan maka telah ditetapkan 8 unsur atau aspek kinerja yang harus dinilai, yaitu kesetiaan, prestasi, ketaatan, tanggung jawab, kejujuran, kerjasama, prakarsa, dan kepemimpinan.

Pencapaian hasil ini sebenarnya dapat dinilai menurut pelaku, yaitu hasil yang diraih oleh individu (kinerja individu), oleh kelompok (kinerja kelompok), oleh institusi (kinerja organisasi), dan oleh suatu program atau kebijakan (kinerja program/kebijakan).

Klasifikasi kinerja ini berbeda dengan yang diungkapkan oleh Swanson yang membagi kinerja atas tiga tingkatan, yaitu kinerja organisasi, kinerja proses, dan kinerja individu.

  1. Penilaian Kinerja (Performance Appraissals)

Yang ditekankan dalam batasan ini adalah cara mengukur kontribusi yang diberikan oleh setiap individu bagi organisasinya. Dan tujuannya adalah memberikan insentif/disinsentif kepada hasil kerja yang dicapai pada masa lampau, dan member motivasi terhadap perbaikan kinerja dimasa mendatang. Kehadiran suatu sistem penilaian yang baik yang ditopangoleh aspek validitas, reliabilitas, dan relevansi merupakan kunci yang menentukan efektivitas ebuah proses penilaian kinerja.

 

Kejelasan batasan pekerjaan atau definisi pekerjaan ini merupakan bagian dari manajemen SDM, sehingga dapat dikatakan bahwa efektivitas penilaian kinerja sangat tergantung kepada baik-buruknya manajemen SDM yang dimiliki.

 

  1. Paradigma Penilaian Kinerja

Secara teoritis terdapat dua paradigma yang populer, yaitu paradigma normatif dan paradigma manajemen publik baru. Dalam paradigma manajemen normatif terdapat tiga aliran yang mempunyai orientasi memandang pegawai secara berbeda, yaitu :

  • Aliran pertama adalah manajemen klasik yang memandang pegawai sebagai faktor produksi yang dapat dimanipulasi.
  • Aliran kedua adalah manajemen human relations yang melihat pegawai sebagai makhluk sosial yang kebutuhan sosialnya perlu dipenuhi.
  • Aliran ketiga adalah manajemen sumberdaya manusia yang melihat aparat sebagai sumberdaya yang harus dikembangkan untuk meningkatkan martabatnya dan pencapaian tujuan organisasi.

Dalam konteks Manajemen Publik Baru, penilaian kinerja harus dilihat sebagai upaya yang berkesinambungan dalam rangka memperbaiki kinerja organisasi publik. Dalam konteks ini, prinsip-prinsip Good Governance nampaknya menjadi syarat utama penilaian kinerja dimasa mendatang, yang tidak semata mengatur perilaku aparat tetapi juga organisasi itu sendiri.

 

 

  1. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penilaian Kinerja

Untuk melakukan kajian secara lebih mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penilaian kinerja di Indonesia, maka perlu melihat beberapa faktor penting sebagai berikut :

  • Kejelasan tuntutan hokum atau peraturan perundangan untuk melakukan penilaian secara benar dan tepat.
  • Manajemen SDM yang berlaku memiliki fungsi dan proses yang sangat menentukan efektivitas penilaian kinerja.
  • Kesesuaian antara paradigma yang dianut oleh manajemen suatu organisasi dengan tujuan penilaian kinerja.
  • Komitmen para pemimpin atau manajer organisasi publik terhadap pentingnya suatu penilaian kinerja.

 

  1. Pendekatan Penilaian Kinerja

Secara umum, untuk mengukur kinerja telah dikembangkan 2 pendekatan utama, yaitu pendekatan perilaku dan pendekatan hasil. Pendekatan perilaku mempelajari perilaku yang relevan atau yang berhubungan langsung dengan pelaksanaan tugas pekerjaan seseorang. Pendekatan hasil mempelajari apakah hasil yang diperoleh telah sesuai dengan tuntutan dari pihak yang membutuhkan dan telah diberikan dengan kualitas terbaik atau didistribusikan secara adil kepada mereka yang membutuhkan.

 

Disamping pendekatan umum diatas, ada juga pendekatan khusus yang digunakan dalam pengukuran kinerja, yaitu pendekatan komparatif, pendekatan atribut, pendekatan perilaku, pendekatan hasil, dan pendekatan kualitas.

 

 

 

 

 

 

 

  1. Prinsip Penilaian Kinerja

Prinsip penilaian kinerja dapat dipelajari dari tulisan Bernardine dan Russel (1999). Kedua pengarang ini mengatakan bahwa untuk mendesain sistem penilaian kinerja sebaiknya melibatkan manajer, pegawai, dan profesional SDM. Dalam membuat keputusan yang berkaitan dengan penilaian kinerja, terdapat 4 hal utama yang perlu diperhatikan, yaitu :

  1. Aspek yang dinilai
  2. Proses pengukuran
  3. Penentuan pihak yang menilai
  4. Penentuan pihak yang dinilai

 

  1. Beberapa Isu Penting
  • Pertama adalah isu menyangkut kemampuan penilai dalam mengkaitkan kinerja seseorang dengan tujuan, misi, dan visi organisasi
  • Kedua, isu tentang kemampuan dan independensi dalam member penilaian
  • Ketiga, berkenaan dengan kontrol kualitas pengukuran kinerja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB 9

PENUTUP

 

Keenam dimensi strategis administrasi publik yang telah diidentifikasikan diatas patut mendapat perhatian khusus. Setiap dimensi memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam menentukan sehat tidaknya sistem administrasi publik. Apalagi dilengkapi dengan dua dimensi strategi lainnya yaitu dimensi lingkungan dan akuntabilitas kinerja. Analogi “sistem tubuh manusia” cukup membantu memberikan pemahaman untuk mempelajari administrasi publik.

Semua paradigma dalam setiap dimensi strategis yang diuraikan secara singkat menggambarkan bahwa telah terjadi “scientific revolution” dalam disiplin administrasi publik, sekaligus menunjukan bahwa para ahli terus mencari jalan untuk mengoreksi kekurangan administrasi publik di masa lampau dan berupaya mencari alternatif baru untuk meningkatkan kemampuan administrasi publik. Dengan kata lain, administrasi publik terus berkembang menjadi suatu “normal science”.

 

 

 

 

 

 

http://www.youtube.com/watch?v=31_Lxons2Bg

Bukti Kebesaran Allah terhadap Indonesia?
Pernahkah Anda Menghitung Angka Dari Kata
“INDONESIA”, mari kita hitung..
I : 9
N : 14
D : 4
O : 15
N : 14
E : 5
S : 19
I : 9
A : 1
dari semua angka, yang muncul hanya angka “1
9 4 5”, tentu ini bukan kebetulan, Ini adalah
Karunia Dari Allah Swt.
Nah coba kita jumlahkan semua angka dari kata
“INDONESIA”, Jumlahnya “90”, dalam Al Quran,
Surat ke 90 adalah Surat Al-Balad yang artinya
“NEGERI”. Tentu ini bukan suatu kebetulan, ini
semua karunia yang luar Biasa !!

dan Indonesia merdeka pada Bulan Ramadhan dan hari Jumat..!

Pola hidup sehat Rasulullah saw sehari-hari

 by

100% sehat Seperti janji saya, pengen berbagi sedikit informasi/pengetahuan yang saya dapat dari buku yang saya beli dari hasil dolan beberapa waktu lalu. Dalam buku “Panduan Diet ala Rasulullah” karya Indra Kusumah SKL, S.Psi dijelaskan mengenai pola hidup sehat sehari-hari ala Rasul. Ternyata, pola makan (termasuk dalam pola hidup sehat) Rasulullah merupakan salah satu aspek kehidupan yang patut kita tiru dari beliau. Beliau terbukti memilki tubuh yang sehat, kuat, dan bugar.

 
 

Adapun gambaran pola hidup sehat Rasulullah yang digambarkan oleh Prof. Dr. Mustofa Romadhon berdasarkan berbagai riwayat yang bisa dipercaya, adalah sebagai berikut :

  • Beliau bangun sebelum subuh untuk Qiymul lail, sehingga asupan awal ke tubuh beliau adalah udara sepertiga malam terakhir. Para pakar kesehatan menyatakan bahwa udara pada waktu ini sangat kaya akan oksigen, sehingga sangat bermanfaat untuk optimalisasi metabolisme tubuh, yang berpengaruh terhadap vitalitas seseorang dalam aktivitasnya sehari penuh. Itulah sebabnya orang yang yang memulai aktivitas dengan bangun subuh, biasanya menjalani hari dengan penuh semangat dan optimis.
  • Di pagi hari, Beliau menggunakan siwak untuk kesehatan mulut dan giginya. Siwak mengandung fluor alami yang sangat bermanfaat untuk kesehatan gigi dan gusi. Saat ini, ekstrak siwak dapat kita temui dalam pasta gigi, sehingga mudah untuk kita gunakan
  • Rasulullah membuka menu sarapannya dengan segelas air dingin dicampur sesendok madu asli yang luar biasa khasiatnya. Dalam Al-Quran, madu merupakan syifaa(obat) isim nakhiroh(menyeluruh) atas berbagai penyakit. Madu juga mengandung mikronutrisi yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.
  • Masuk waktu dhuha(pagi menjelang siang), Rasulullah senantiasa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa’ (matang). Rasulullah pernah bersabda, “ Barang siapa makan tujuh butir kurma, maka akan terlindung dari racun”.
  • Menjelang sore hari, menu Rasulullah adalah cuka dan minyak zaitun yang dikonsumsi dengan makanan pokok seperti roti. Manfaatnya, diantaranya : mencegah lemah tulang, mencegah kepikunan, melancarkan sembelit, menghancurkan kolesterol, melancarkan perncernaan, dll.
  • Di malam hari, menu utma makan malam Rasulullah adalah sayur-sayuran. Secara umum, sayuran mengandung zat dan fungsi yang sama, yaitu menguatkan daya tahan tubuh dan melindunginya dari serangan penyakit.
  • Setelah makan, Beliau tidak langsung tidur. Beliau beraktivitas dahulu sehingga makanan yang dikonsumsi masuk ke lambung dengan cepat dan mudah dicerna. Rasulu pernah bersabda, “cairkan makanan kalian dengan berdzikir kepada Allah SWT dan sholat, serta janganlah kalian langsung tidur setelah makan, karena dapat membuat hati kalian menjadi keras” (HR. Abu Nu’aim dari Aisyah r.a)
  • Beberapa jenis makanan yang disukai Rasulullah tetapi Beliau tidak rutin mengkonsumsinya antara lain : tsarid (campuran roti daging dengan kuah air masak), buah yaqthin (labu air), buah anggur, dan hilbah (susu).
  • Rasulullah sering menyempatkan diri berolahraga, terkadang sambil bermain dengan anak dan cucunya. Olahraga diakui oleh para pakar kesehatan sangat bermanfaat bagi tubuh
  • Rasulullah tidak menganjurkan umatnya untuk bergadang. Beliau tidak menyukai berbincang dan makan sesudah waktu isya. Beliau tidur lebih awal supaya bisa bangun lebih pagi. Karena istirahat yang cukup, seperti tidur yang merupakan hak tubuh, dibutuhkan oleh tubuh.
  • Inti pola konsumsi Rasulullah adalah menghindari isrof (berlebihan) dalam makan dan minum. Beliau tidak pernah melakukan idkhol at thoam ‘ala thoam (makan lagi sesudah kenyang). Prof. Dr. Musthofa menekankan bahwa assyab’u (kenyang) bukanlah al imtila’ (memenuhi perut dengan makanan. Kenyang yang sebenarnya adalah tercukupinya tubuh oleh zat-zat yang dibutuhkannya sesuai dengan proporsi dan ukurannya
  • Berdasarkan riwayat, Aisyah r.a. pernah mengatakan, “ Dahulu Rasulullah saw tidak pernah mengenyangkan perutnya dengan dua jenis makanan. Ketika sudah kenyang dengan roti, beliau tidak akan makan kurma, dan ketika sudah kenyang dengan kurma, beliau tidak akan makan roti”. Penelitian membuktikan bahwa berkumpulnya makanan dalam perut telah melahirkan bermacam penyakit. Untuk itu, sangat penting bagi kita dalam mengkombinasikan makanan (food combining) dengan baik.
 

Well, itu tadi sedikit informasi mengenai pola hidup sehat Rasulullah yang berkaitan dengan pola makan Beliau. Di tengah pudarnya semangat mengikuti sunnah Beliau, sedikit pengetahuan ini mudah-mudahan bisa menjadi spirit kita untuk memulai menghidupkannya kembali. Apalagi pola hidup tersebut terbukti bisa dipertanggungjawabkan secara medis. So? Mari kita mulai merubah kebiasaan buruk pola hidup kita sama2. Saya juga sedang berusaha mengubah kebiasaan buruk saya. Like I always say, at the first U make habbits, at the last habbits make U (^_^)

Menulis 3 Buku dalam 3 Bulan?

Judul diatas tidak mustahil untuk dilakukan. Tetapi bagi penulis pemula, agar bisa menulis buku yang baik, tidak dianjurkan untuk berbuat demikian sebab bisa menyebabkan putus asa karena bingung milih yang mana. Memang ada penulis buku yang mampu melakukan itu, mereka adalah penulis yang sudah mahir dan sudah melahirkan beberapa buah buku.

Penulis buku yang baru menekuni bidang ini dianjurkan menyelesaikan satu buku dulu. Bila buku itu sudah selesai, barulah memulai menulis buku baru. Ini untuk menghindari proses penulisan tumpang tindih. Dan itulah metode menulis buku YANG BAIK DAN BENAR.

Jangan terlalu rakus untuk menyiapkan tiga buku sekaligus dalam tiga bulan jika belum mahir dan cukup ilmu. Mereka yang menargetkan menulis tiga buku tiga bulan itu, sudah menyiapkan jadwal sejak lama.

Mereka yang telah mahir menulis buku itu melakukan ini:

Baca Selengkapnya

 

5 Rumus Ajaib Belajar Menulis Buku

Di bawah ini adalah 5 Rumus Ajaib Belajar Menulis Buku. Silakan lahap sampai habis.

1. Knowledge Is Power (Pengetahuan Adalah Kekuatan)

Knowledge is power. Dalam menulis buku, Anda butuh pengetahuan. Bila Anda tahu cara menulis buku yang baik dan benar, Anda akan sangat beruntung karena akan ada banyak buku yang akan Anda terbitkan.

Memiliki pengetahuan yang tepat sama dengan memiliki kekuatan yang besar. Coba bayangkan, bila Anda tahu sebuah tambang emas. Juga Anda tahu cara mengeksplorasinya, maka Anda akan sangat bahagia. Bahkan Anda adalah orang yang paling bahagia di dunia ini karena Anda memiliki power yang luar biasa, pengetahuan.

Untuk mendapatkan pengetahuan, kuncinya hanya satu: Belajar.

Bila suka belajar, Anda akan tahu. Namun sebaliknya, cobalah tidak belajar, dunia Anda akan gelap. Anda tidak akan bahagia karena Anda tidak tahu tambang emas Anda.

Baca Selengkapnya

Kursus Menulis Online, Kursus Menulis Buku di Sekolah Menulis Online Disini Diskon 50% Lebih…

Anda ingin menulis Buku? Anda ingin tahu bagaimana cara membuat Buku yang baik dan benar? Ikuti 100 Hari Kursus Menulis Online di Sekolah Menulis Online CaraMenulisBuku.com.  Kursus Menulis Buku ini menerapkan Metode Menulis 2JT.

Metode Pembelajaran: 10% Teori dan 90% Praktek. Pemberian Materi Lewat Email, Chating dan SMS.

Bentuk Panduan: Video, Ebook dan Tulisan

Baca Selengkapnya…

Terungkap! Rahasia Menulis Buku Dengan Cepat dan Lancar Dengan Metode 2JT

Pertama di Indonesia! Perkenalkan Metode Cepat Menulis Buku 2JT… menyimak video ini, Anda akan merasa  sedang mengikuti Kursus menulis buku. Berupa 7 (Tujuh) Video Tutorial…

"video tutorial menulis metode 2JT"Setelah 1 minggu menerapkan Cara Cepat Menulis Buku Dengan METODE 2JT, Anda akan takjub dengan betapa cepat dan lancar menulis buku itu. Dan Anda akan terkesan betapa melimpahnya inspirasi yang Anda miliki, sekalipun Anda adalah pemula dan belum pernah menulis buku.

Baca Selengkapnya

Jika Motivasi Menulis Sering Naik Turun, Bagaimana?

Ada pertanyaan menarik seputar motivasi menulis dari teman saya di sini…

“Saya sering tidak fokus dalam menulis, sering mendapat motivasi tapi motivasi tersebut cepat meluntur, bagaimana tips dan kiat agar motivasi menulis meningkat ?”

Banyak lagi pertanyaan lain tentang langkah atau cara meningkatkan motivasi menulis serupa itu.

Jawab:

Semangat menulis naik turun merupakan hal biasa dalam dunia penulisan, khususnya dalam belajar menulis buku. Orang sering begitu bersemangat ketika di awal memulai sesuatu. Namun seiring waktu, perlahan motivasi menulis itu meluntur.

Bagaimana sebaiknya? Baca Selengkapnya

Buku Yang Membius Pembaca

“Apakah buku yang anda buat sudah bisa membius pembaca?”

Buku anda harus menarik. Jika tidak ada orang yang ngeh dengan buku anda, ya… jangan harap ada yang mau membaca.

Bagi yang sedang belajar menulis buku, ada beberapa hal yang musti anda perhatikan agar buku Anda dapat membius pembaca, yaitu:

1. Pikirkan pembaca. Ya, kita jangan memikirkan diri sendiri saat membuat buku tapi pikirkan bagaimana perasaan pembaca saat membaca buku kita.

Saat anda membuat buku bayangkan anda sedang berbicara dengan teman dekat anda. Ingat, pembaca yang membaca buku punya kebutuhan masing-masing. Jika anda bisa berempati pada kepentingan mereka, mereka akan menyukai buku anda. Baca Selengkapnya

by caramenulisbuku453

 

SuperLutein, Solusi Utama Kesehatan Anda

 

 

SuperLutein merupakan sebuah terobosan baru dunia herbal dari Jepang. Lebih dari 1.4 juta orang yang mengkonsumsi dan merasakan khasiatnya dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit. Oleh karena itulah tidak mengherankan jika SuperLutein mendapatkan predikat sebagai suplemen no.1 dunia saat ini.

Proses pembuatan SuperLutein sangat jauh berbeda dengan suplemen-suplemen lain pada umumnya. Ia dibuat melalui proses yang tidak terpengaruh oleh udara sehingga fungsi anti oksidannya tidak berkurang sama sekali, Sebab 300 jenis bahan dalam SuperLutein dibuat dalam bentuk cair yang dimasukkan ke dalam kapsul kristal khas dengan teknologi “kristalisasi” (teknologi terkini di Jepang dan AS).  Hal ini sangat jauh berbeda dengan suplemen lainnya yang sangat rentan teroksidasi dengan udara (oksigen).

SuperLutein dibuat dari  ekstrak berbagai macam sayur-sayuran berwarna  hijau & cerah yang terdiri dari 6 jenis caroteniod yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, dan juga mengandung vitamin E, vitamin B, dan DHA. SuperLutein merupakan pilihan tepat dan terbaik bagi masyarakat modern untuk menjaga keseimbangan nutrisi setiap hari. Kini SUPERLUTEIN makanan kesehatan yang mendominasi di negeri Jepang.

Kandungan Pada SuperLutein

kandungan pada super lutein

SuperLutein mengandung komposisi nutrisi dan herbal penting yang sangat dibutuhkan oleh tubuh, sehingga produk ini terbukti sangat efektif membantu proses penyembuhan

1. Jantung Koroner2. Kanker

 

3. Darah Tinggi

4. Stroke

5. Tumor

6. Diabetes Melitus

7. Kolesterol

8. Migrain

9.   Rabun Jauh / Dekat10. Rabun Senja

 

11. Katarak

12. Mata Silindris

13. Mata Minus / Plus

14. Nyeri Haid / Haid Tidak Normal

15. Kulit Kering

16. Sembelit

17. Hepatitis18. Sakit Ginjal

 

19. Sakit Pinggang

20. Nyeri Sendi

21. Borok / Luka

22. Periodontosis

23. Arteriosklerosis

24. Eksim, dll.

Prinsip dalam pengobatan SuperLutein adalah harus sabar dan telaten dalam konsumsinya, banyak orang mengharapkan kesembuhan instan yang ingin segera sembuh hanya konsumsi beberapa kapsul saja, itu sebenarnya bukan hal yang mustahil semua tergantung dengan berat ringannya penyakit dan baik tidaknya metabolisme tubuh. Rata-rata dalam penyembuhan penyakit berat perlu waktu dan tidak boleh putus asa. Karena bila berhenti ditengah jalan akan sia-sia saja apa yang dilakukan selama iniز

Manfaat SuperLutein Terhadap Organ Tubuh

TERHADAP MATA:

  1. Memperbaiki penglihatan.obat herbal super lutein
  2. Memperbaiki mutasi makula lutea.
  3. Membantu mengatasi rabun senja.
  4. Membantu mengatasi presbion.
  5. Membantu mengatasi astigmatisma.
  6. Membantu mengatasi katarak.
  7. Membantu mengatasi floater.

TERHADAP KEPALA:

  1. Regenerasi pertumbuhan rambut.
  2. Rambut yang abu-abu menjadi hitam.
  3. Membantu mengatasi dimensia.
  4. Mengurangi hiperaktivitas anak.
  5. Menambah kecerdasan.

TERHADAP RAHIM:

  1. Memperbaiki cairan amniaotik.
  2. Meyembuhkan penyakit kanker rahim.obat alami terbaik superlutein
  3. Membantu mengatasi nyeri haid.
  4. Membuat siklus haid menjadi teratur.
  5. Menghilangkan kista rahim.
  6. Melancarkan haid.
  7. Haid kembali normal.

TERHADAP KULIT:

  1. Kulit menjadi halus.
  2. Tumit menjadi halus.
  3. Menghilangkan clavus (kapalan di kaki).
  4. Meningkatkan sensitivitas kulit.
  5. Membantu mengatasi kaki atlet.
  6. Memperbesar payudara TERHADAP DARAH
  7. Menurunkan tekanan darah.
  8. Menurunkan kadar gula darahsuperlutein solusi kesehatan
  9. Mengurangi sakit pundak dan leher.
  10. Menurunkan kolesterol.
  11. Membantu mengatasi encok.
  12. Membantu mengatasi atherosclerosis.
  13. Membantu mengatasi kelumpuhan otak

TERHADAP USUS HALUS:

  1. Menghentikan diare.
  2. Tidak ada lagi konstipasi.
  3. Melancarkan aliran darah tersumbat.
  4. Sembuh dari kanker usus besar.

TERHADAP GINJAL:

  1. Membantu mengatasi urinasi.
  2. Membantu mengatasi pertarakan.
  3. Membantu mengatasi hernaturia.
  4. Membantu mengatasi albumenuria.
  5. Mencegah impotensi.

TERHADAP HATI:

  1. Meningkatkan toleransi pada alkohol.
  2. Tidak mudah lelah.
  3. Mengurangi jam tidur.
  4. Cerak kulit lebih baik.
  5. Membantu mengatasi hepatitis.
  6. Sembuh dari kankier hati.

Order Super Lutein

Jika anda berminat, anda dapat melakukan pemesanan melalui SMS/Telepon ke 0898 809 7128 / 0878 7902 0189, Pin BB 269ac2ae, Twitter blogtim81, atau datang langsung ke tempat kami di Tangerang, Surabaya, Gresik, Karawang, Bekasi, Jakarta. segera  di buka kota lainya.

Order S.Lutena

  • Harga per Botol Paket Basic (Belum termasuk ongkos kirim) = Rp.1.600.000,-
  • Harga per Botol Paket 6 Bulan (Belum termasuk ongkos kirim) = Rp.7.850.000,-  gratis 1,  dapat 7 botol
  • Harga per Botol Paket 1 Tahun (Belum termasuk ongkos kirim) = Rp.15.350.000,- dapat 15 botol (gratisnya 3)

Jika anda berminat, anda dapat melakukan pemesanan melalui SMS/Telepon ke 0898 809 7128 / 0878 7902 0189, Pin BB 269ac2ae, Twitter blogtim81, atau datang langsung ke tempat kami di Karawang, Jakarta, Depok, Bekasi, Gresik, Surabaya, Tangerang.  HP  087879020189.  Order sekarang, persediaan terbatas!!!!  Herbal Shop dan suplemen import sertifikat grass dan fda.

Untuk informasi lebih lanjut, anda bisa menghubungi saya di:

Pin BB 269ac2ae whatsapp 08988097128

https://www.facebook.com/erwan.pasarinternet.co.id

YM : rajaklik dan erwan.herlambang fb komunitas group kami : klinik sehat sejahtera

Pasarinternet group online, Cabang Tangerang Pusat pengiriman kami : Tang city Mall Lantai 1 – A1 Jl. Jendral sudirman no.1

Pengiriman JNE setiap hari ke seluruh Nusantara atau datang langsung ke toko kami diatas.

 

Jadi apalagi yang anda tunggu, kesehatan memang mahal, tetapi jauh lebih mahal kalau anda tidak sehat!!!

Cara Menyembuhkan Penyakit Jantung

Cara menyembuhkan penyakit jantung secara alami dan merupakan pengobatan alami terbaik untuk penderita penyakit jantung. Jantung merupakan organ yang sangat penting bagi manusia, jantung perlu dijaga agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Salah satu yang perlu dihindari adalah penyakit jantung koroner yang merupakan salah satu penyakit yang berbahaya yang bisa menyebabkan serangan jantung yang mematikan.

Penyakit Jantung

Penyakit Jantung adalah penyakit yang mengganggu sistem pembuluh darah atau lebih tepatnya menyerang jantung dan urat-urat darah sehingga menyebabkan  Jantung tidak dapat melaksanakan tugasnya dengan baik. Penyakit jantung koroner merupakan penyakit jantung yang penderitanya paling banyak dan yang di anggap paling berbahaya yang dapat mematikan. Penyakit ini menyerang pembuluh darah dan dapat menyebabkan serangan jantung.

Serangan Jantung

Serangan Jantung disebabkan oleh pembuluh arteri yang tersumbat sehingga menghambat penyaluran oksigen dan nutrisi ke jantung. Serangan jantung adalah sebuah kondisi yang menyebabkan jantung sama sekali tidak berfungsi. Kondisi ini biasanya terjadi mendadak, dan sering disebut gagal jantung. Penyebab gagal jantung bervariasi, namun penyebab utamanya adalah terhambatnya suplai darah ke otot-otot jantung, Pembuluh darah yang biasanya mengalirkan darah ke otot-otot jantung tersumbat atau mengeras, disebabkan oleh penumpukan lemak dan kolesterol, ataupun oleh karena zat-zat kimia seperti penggunaan obat kimia yang berlebihan, dan nikotin.

Gejala Penyakit Jantung

  1. Nyeri. Jika otot tidak mendapatkan cukup darah  maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang.
  2. Angina merupakan perasaan sesak di dada, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang.
  3. Sesak napas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru
  4.  Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah.
  5. Palpitasi (jantung berdebar-debar)
  6. pusing & pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing dan pingsan.

Gejala Khas Sakit Jantung

1. Tiba-tiba sakit di bagian dada dibelakang tulang dada atau seperti sesak dada (nafas).

2. Nyeri dada bisa berulang beberapa menit (20 menit atau lebih)

3. Rasa nyeri bisa berupa tekanan di bagian dada, dan leher seolah tercekik hingga      menyebabkan keluar keringat dingin

4. Tiba-tiba pingsan, namun bisa kembali sadar. Ini terjadi karena ada gangguan irama jantung

5. Merasa seperti sakit maag.

Cara Mencegah Penyakit Jantung

  1. Pola makan vegetarian yang rendah lemak
  2. Jalan cepat setengah jam atau satu jam per hari tiga kali seminggu
  3. Tidak merokok
  4. Olah raga untuk mengontrol stress
Cara Menyembuhkan Penyakit Jantung & Jantung koroner Tanpa Efek Samping.

Pada kesempatan ini kami menawarkan salah satu produk terbaik yaitu ACE MAX’S sebagai jawaban bagi anda yang mengalami Penyakit Jantung & Jantung Koroner.

ACE MAX’S merupakan herbal alami yang diolah dari bahan dasar Kulit manggis dan Daun Sirsak yang mengandung XANTHONE sebuah kandungan anti oksidan super yang terdapat dalam kulit manggis dan daun sirsak yang sangat terkenal dengan khasiatnya mengatasi berbagaimacam penyakit tanpa efek samping karna sama sekali tidak mengandung zat kimia dan bahan pengawet lainya yang membahayakan,

Daun Sirsak mengandung acetogenins, annocatacin, annocatalin, annohexocin, annonacin, annomuricin, anomurine, anonol, caclourine, gentisic acid, gigantetronin, linoleic acid, muricapentocin. Itulah yang menjadikan daun sirsak digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai jenis penyakit terutama kanker, penyakit kronis dan penyakit non-kronis.

Daun sirsak memiliki sifat yang sangat luar biasa yakni mampu menghambat pertumbuhan bakteri, menghambat perkembangan virus, menghambat perkembangan parasit, menghambat pertumbuhan tumor, merileksasi otot, anti kejang, meredakan nyeri, menekan peradangan, menghambat mutasi gen, menurunkan kadar gula darah, menurunkan demam, menurunkan tekanan darah tinggi, menguatkan saraf, menyehatkan jantung, meningkatkan produksi asi pada itu hamil, melebarkan pembuluh darah, membunuh cacing parasait, mengurangi stres, menguatkan pencernaan dan meningkatkan nafsu makan. Yang paling luar biasa adalah daun sirsak memiliki zat antikanker ( acetogenins) yang kekuatannya 10.000 kali lipat lebih kuat dibandingkan dengan kemoterapi.

TESTIMONI
Kisah Sembuh Penderita Penyakit Jantung
  • Nama      : Abdul Haris Siswanto
  • Umur      : 62 tahun
  • Asal        : Jakarta
  • Profesi    : Pensiunan Konsultan Hukum
  • Penyakit  : Klep Jantung Bermasalah

Adalah sebuah keberuntungan saya tatkala bisa mengenal dan mengonsumsi produk kulit manggis dan daun sirsak ACE MAX’S ini karena sekarang saya benar-benar merasa sehat setelah saya minum 6 botol. Jantung saya sudah tidak bermasalah lagi dengan klepnya. Padahal sebelumnya saya selalu merasa sakit di jantung dan sangat sesak nafas, apalagi mengingat usia saya sudah 62 tahun. Saya minum 35-70 ml setiap hari sebanyak 3 kali.

Kisah Sembuh Penderita Penyakit Jantung Koroner
  • Nama      : Mohamad Husni Taher
  • Umur       : 57 tahun
  • Asal        : Jakarta
  • Profesi    : Pengusaha Hewan Potong
  • Penyakit : Jantung Koroner

Mendapati saya menderita penyakit jantung koroner setelah didiagnosa dokter ahli jantung di salah satu rumah sakit swasta ternama di Jakarta, rasanya tidak mungkin.

Tiba suatu hari saya diperkenalkan oleh seorang sahabat saya seorang pencinta herbal dengan ACE MAX’S. Kata sahabat saya, ini bagus untuk penyakit jantung karena secara penelitian kulit manggis sangat baik untuk menjaga kesehatan jantung dan sekaligus mengobati penyakit jantung, apalagi kombinasinya dengan daun sirsak. Awalnya saya ragu karena saya belum dengar tentang kulit manggis yang bisa bantu obati penyakit jantung. Namun karena sahabat saya terus meyakini saya untuk minum produk tersebut, akhirnya saya minum juga.

Setelah saya habiskan 1 botol perubahan mulai dirasakan pada tubuh saya, tubuh lebih segar, napas lebih plong dan rasa nyeri di dada sudah mulai berkurang. Saya lanjutkan sampai botol ke-6 dan saya coba periksa lagi ke dokter, hasilnya mengejutkan, saya dinyatakan sehat.

Kisah Sembuh Penderita Penyakit Jantung diatas hanyalah dua dari kisah sembuh atau tersimoni yang dapat kami publikasikan. Sekarang giliran anda yang membuktikan khasiatnya.

Itulah sekilas cara mengobati penyakit jantung secara alami kami paparkan untuk anda, untuk memesan herbal Ace Maxs cukup klik DISINI>> untuk selengkapnya, atau

Pesan Langsung Obat Alami Untuk Penyakit Jantung kepada kami. Kontak Kami :

Kontak KamiNama : Halid TLP    : 085317668623 / 087826012364 (sms) AX : Jumlah Pesanan : Nama Lengkap : Alamat lengkap Pengiriman : No. Hp / Telepon Alamat : Jln. Siliwangi. Depan Brigif. Tawang. Tasikmalaya. Jawa Barat

Tips Atasi Tekanan Darah Tinggi

VIVAnews – Penderita gangguan hipertensi sering kali perlu  mengasup obat secara teratur untuk mengontrol tekanan darah. Tapi,  beberapa perubahan dalam gaya hidup juga terbukti mampu menurunkan  tekanan darah. Bahkan, pada sebagian orang dapat menghilangkan  ketergantungan obat.

“Siapapun dengan hipertensi harus didorong melakukan beberapa hal untuk  menurunkan tekanan darah tanpa bantuan agen farmakologis,” ujar Matthew  Burg, PhD, profesor kedokteran di Columbia University Medical Center di  New York.

Berikut adalah 10 langkah alami menurunkan tekanan darah, seperti dikutip dari Health.

Olahraga Teratur
Berolahraga atau aktivitas fisik selama 30 menit setiap hari selama seminggu, telah cukup menurunkan tekanan darah.

Gerald Fletcher, MD, seorang ahli jantung di Mayo Clinic mengatakan,  bergerak aktif mengurangi tekanan darah 3-5 poin, dan perlahan dapat  mengurangi penggunaan obat hipertensi mereka. Pilih sesuatu yang Anda  sukai: berjalan, jogging, berenang hingga bersepeda.

Makan Pisang
Kebanyakan garam dapat meningkatkan tekanan darah, namun kalium  mampu mengurangi efek buruk natrium. Sebagian besar penderita hipertensi  kekurangan mineral ini.

Meningkatkan asupan kalium hingga 4.700 mg per hari bermanfaat bagi para  penderita hipertensi. Pisang, kentang panggang dengan kulit, jus jeruk,  yogurt tanpa lemak adalah sumber utama kalium.

Kurangi Garam
Mereka dengan tekanan darah normal, cukup tinggi maupun hipertensi  dapat mengurangi tekanan darah dengan memotong asupan garam. Batasi  asupan garam 1.500 mg sehari. Cara yang mudah adalah menghindari makanan  olahan karena banyak mengandung natrium. Pastikan juga memeriksa kadar  sodium dalam label makanan.

Berhenti Merokok
Perokok berisiko tinggi hipertensi. Nikotin membuat tekanan darah  melonjak penyebab hipertensi kronis. Berhenti merokok membantu  menurunkan tekanan darah, plus ada manfaat kesehatan lain.

Menurunkan Berat Badan

Mengikis berat badan beberapa kilogram berdampak besar pada tekanan  darah. Kelebihan berat badan membuat jantung bekerja lebih keras, yang  menyebabkan hipertensi. Sementara kehilangan berat badan mengurangi  beban kerja jantung.

Kurangi Alkohol
Alkohol tidak lebih dari segelas bagi wanita dan dua gelas bagi pria  memang memiliki manfaat kesehatan. Namun, terlalu banyak minum juga  akan meningkatkan tekanan darah.

Berbagai studi menyebut, konsumsi lebih dari dua gelas alkohol meningkatkan risiko hipertensi bagi pria dan wanita.

Atasi stres
Mengelola stres membantu mengurangi tekanan darah. Namun, langkah  menangani stres bisa berbeda-beda bagi setiap orang. Relaksasi dan  manajemen stres diperlukan bagi penderita hipertensi untuk mengendalikan  tekanan darah.

Yoga dan Meditasi
Yoga adalah metode pelepas stres, yang efektif mengurangi tekanan darah  pada penderita hipertensi, dan berkaitan dengan sistem saraf otonom,  denyut jantung, pencernaan, dan fungsi sebagian besar organ lainnya.

Meditasi antara lain pengaturan pernapasan, visualisasi, kombinasinya  menjadi alat manajemen efektif mengatasi stres, ujar Burg.

Kurangi Kafein
Kopi mempunyai  beberapa manfaat kesehatan, tetapi  menurunkan  tekanan darah bukan salah satunya. Kafein dapat menyebabkan lonjakan  tekanan darah dalam jangka pendek, bahkan pada mereka yang tak memiliki  hipertensi.

Bila Anda penderita hipertensi, kurangi asupan kafein hanya dua cangkir  kopi per hari. Untuk memeriksa efek kafein, cek tekanan darah setengah  setelah konsumsi kafein. Bila tekanan darah naik 5-10 poin, Anda  termasuk sensitif kafein. (umi)